google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Kisah Amrullah Mahasiswa Teknik Elektro Industri UNP Berjuang Demi Pendidikan

Advertisement

Kisah Amrullah Mahasiswa Teknik Elektro Industri UNP Berjuang Demi Pendidikan

Selasa, 26 April 2016

PORTALTEBO.com - Sekitar 131.867 Mahasiswa terdaftar di perguruan tinggi khususnya Sumatera Barat, kurang lebih hanya 10% sambil bekerja dan 8% lagi cuti. Amrullah salah satu mahasiswa dalam kategori 10% tersebut. Dia harus bekerja, untuk biaya menyelesaikan studinya di Universitas Negeri Padang (UNP).

Mulai dari jualan pulsa, jualan aksesoris hp, jual bahan batik hingga hari ini Amrullah bekerja di instansi yang bergerak di bidang sosial masyarakat. "Alhamdulillah, saya menikmati setiap perjuangan, "kata Ambrullah melalui pesan email ke PORTALTEBO.com.

Diceritakanya, memang tak mudah menjani kehidupan seperti ini, dari subuh sudah harus bagun dan membangunkan anak-anak untuk di ajak sholat berjamaah. Setelah shubuh dia melakukan pembinaan berupa baca Al-Wur’an, hafalan, kultum, sirah, Alma’surat dan olahraga.

Setelahnya, Ambrullah harus memasak terlebih dahulu untuk sarapan pagi dan makan siang sebelum berangkat bekerja. Tak jarang dia datang terlambat ke kantor. Pasalnya, jarak kantor cukup jauh dari tempat dia tinggal. Sesampai di kantor tumpukan pekerjaan pun sudah menunggu, "Alhamdullah teman-teman sekantor saya sangat baik. Mereka (teman-teman kantor) menyambut saya dengan menjawab salam saya dengan senyuman, "kata dia.

Malamnya, Amrullah mengikuti pengajian bersama anak-anak binaan. Cukup melelahkan. Kini dia menyadari betapa kuatnya seorang ayah maupun ibu melaksanakan amanahnya dari pagi hingga malam tanpa ada mengeluh demi mencari nafkah tuk anak, istri dan keluarganya.

Amanah satu per satu pun selesai, tinggal satu amanah yaitu kuliah. "Selasai kerjaan dari kantor, saya juga harus menyelesaikan tugas yang di berikan dosen di kampus dan tentunya malam ini saya harus begadang kembali untuk menyelesaikanya, "ucapnya.

"Ya sekarang saya harus kuliah sambil kerja tuk menyelesaikan kuliah secara mandiri. Karena bantuan dari orang tua telah terputus sejak 3 tahun lalu. Orang tua saya meninggal dunia pada sebuah kecelakaan motor seusai menghadiri kondangan sepupu di kampung tetangga, "katanya.

Diakuinya, memang tak ada yang menyangka kejadiannya seperti itu, tapi Allah berkehendak lain. Kini dia harus siap menerima semua ini, "Memang  secara pribadi saya belum siap menerima amanah sebesar ini menjadi kepala keluaga dan tulang punggung bagi adik-adik sementara saya juga masih kuliah, "keluhnya.

Sempat beberapa semester Ambrullah harus meminjam uang teman untuk membayar SPP, karna tak ada uang yang biasanya di kirim dari orang tua di kampung. Karena itu lah dia harus bekerja tuk membayar uang kuliah dan kehidupan keluargaku.

Semoga Allah selalu memberi rahmat dan hidayahnya pada kita semua agar tetap kuat dalam menjani kehidupan ini. Aamin. (*)