Biadab, Mengaku Tidak Diberi Jatah Oleh Istri, DW Tega Bunuh Anak Kandungnya

Advertisement

Biadab, Mengaku Tidak Diberi Jatah Oleh Istri, DW Tega Bunuh Anak Kandungnya

Senin, 27 Agustus 2018

PORTALTEBO.id - Sebelum membunuh M Rifki, anak kandungnya sendiri, DW mengaku cekcok dengan istrinya gara-gara sang istri NY (ibu Kandung M Rifki) menolak diajak berhubung suami istri.

Hal ini terungkap saat Polres Tebo gelar rekonstruksi kasus pembunuhan M Rifki balita usia 8 bulan yang dilakukan oleh DW bapak kandung korban yang terjadi di desa Jambu, Kecamatan Tebo Ulu pada Kamis lalu (19/07/2018).

Pengakuan ini diutarakan langsung oleh DW pada adegan ke empat, rekonstruksi yang dilaksanakan di areal Mako Polres Tebo, Senin (27/08/2018).

Pada adegan ini, tersangka mengaku telah ribut dengan istrinya, “Ribut gara-gara ndak dikasih jatah, “kata DW disela memperagakan adegan rekonstruksi.

Disaat itu juga, sekitar pukul 15.00 Wib, tersangka mengambil gunting yang dibuat menyerupai pisau yang sebelumnya disimpan tersangka dibawah kasur tempat tidurnya.

Usai menyelip gunting dipinggang sebelah kiri, tersangka mengambil korban yang saat itu digendong oleh NY yang juga istri pelaku. Alasannya mau membawa korban ke rumah neneknya.

Dan pada akhirnya dengan sadis tersangka membunuh korban di bawah batang jambu dipinggirkan sungai Batanghari.

Diberitakan sebelumnya, Polres Tebo menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan anak kandung di desa Jambu, Kecamatan Tebo Ulu, Senin (27/08/2018).

Rekonstruksi yang digelar di areal Mako Polres Tebo ini, disaksikan langsung oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo dan pengacara Tersangka.

Ada 16 adegan yang diperagakan pada rekonstruksi pembunuhan yang menghebohkan warga Tebo ini.

Adegan I, Kamis (19/07/2018) sekitar pukul 14.00 Wib, tersangka DW bermain bersama korban M. Rifki dan saksi NY (ibu korban) dirumahnya di desa Jambu, Kecamatan Tebo Ulu.

Kemudian tersangka mengambil gunting yang diselipkan di pelepah pohon kelapa sawit kemudian pulang kerumahnya.

Adegan II, gunting disimpan tersangka dibawah kasur tempat tidurnya. Alasannya, untuk pegangan atau jaga-jaga.

Adegan III, Istri tersangka yang juga ibu korban tengah menggendong korban diatas kasur.

Adegan IV, pada hari yang sama sekitar pukul 15.00 Wib, tersangka mengambil gunting yang dibuat menyerupai pisau yang disimpannya dibawah kasur tempat tidur tersangka.

Adegan V, tersangka menyelip gunting yang telah dibuat menyerupai pisau dipinggang sebelah kiri tersangka.

Adegan VI, tersangka mengambil korban yang saat itu digendong oleh NY yang juga istri pelaku. Alasannya mau membawa korban ke rumah neneknya.

Adegan V, setelah mengambil korban dari NY, tersangka membawa korban mengunakan sepeda motor ke rumah neneknya di desa Jambu.

Adegan VI, tersangka ngobrol dengan saksi IL alias RA di teras rumah neneknya.

Adegan VI, setelah mengobrol dengan saksi di teras rumah, kemudian tersangka membawa korban pulang kerumahnya.

Adegan VIII, dirumahnya, tersangka sempat bermain bersama anaknya. Bahkan tersangka sempat menggantikan popok anaknya itu.

Adegan IX, sekitar pukul 17.30 Wib, tersangka membawa anaknya keluar.

Adegan X,  tersangka membawa anaknya ke pinggir sungai Batanghari dengan mengunakan sepeda motor. Didalam perjalanan, korban tertidur.

Adegan XI, tersangka sampai di pinggir sungai dan memarkirkan motornya didekat pohon jambu.

Adegan XII, tersangka membaringkan korban di atas tanah di bawah pohon jambu.

Adegan XIII, tersangka mengeluarkan gunting yang menyerupai pisau yang diselipkan dipinggangnya.

Adegan XIV, tersangka langsung menusukan gunting tersebut ke leher bagian kiri korban.

Adegan XV, tersangka membuang gunting disekitar lokasi atau Tkp.

Adegan XVI, tersangka melarikan diri menggunakan sepeda motor. (p01)