Divonis Penjara 1 Bulan 15 Hari, Octo Vianus Ajukan Banding

Advertisement

Divonis Penjara 1 Bulan 15 Hari, Octo Vianus Ajukan Banding

Portal
Selasa, 28 Agustus 2018

PORTALTEBO.id – Pasca divonis penjara 1 bulan 15 hari, Pemilik Ekspedisi Ganesha Jaya Raya, Octo Vianus (30) resmi mengajukan banding atasan putusan tersebut. Pengajuan banding Octo Vianus dibuktikan dengan akta permintaan banding di Pengadilan Negeri (PN) Sabak, Kabupaten Tanjab Timur dengan nomor 11/Akta.Pid/2018/PN.Tjt Senin (27/8/2018).

Dilansir dari website Serujambi.com (media partner PORTALTEBO.id), Kuasa Hukum Octo Vianus, Sahala Panjaitan mengatakan,  dalam proses hukum yang dijalani kliennya ia merasa tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi. Pasalnya, kata dia, kliennya hanya sebagai jasa ekspedisi, tetapi dari putusan dianggap sebagai penadah. Sementara, pemilik barang 612 koli barang elektronik berupa camera Canon EOS M3 dan HP Xiomi 4a dan Note 4x, Cuandri malah tidak ditangkap meskipun sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kalau polisi ingin menangkap pemilik barang sebenarnya tidak susah, karena dalam proses menangkap pelaku teroris saja dengan mudah bisa tertangkap,” ujarnya, Senin (27/8/2018).

Dilanjutkannya, upaya banding yang dilakukan kliennya itu hanya untuk membuktikan bahwa Octo merupakan korban kriminalisasi hukum dan tidak pantas untuk dihukum. Selain itu, ia juga menegaskan, bahwa dalam proses peradilan yang dijalani kliennya itu tidaklah murni atas dasar hukum tetapi ada semacam pesanan.

“Klien saya menerima orde ran ekspedisi dari Cuandri karena dilengkapi dengan manifest. Yang mana, manifest itu diterima duluan dari pada barang yang baru mau dibawa ke gudang,” katanya.

Dijelaskannya kembali, kliennya mendapat orderan untuk kedua kalinya dari Cuandri. Yang pertama berjalan lancar, sementara saat orderan yang kedua kalinya Cuandri hanya via telpon untuk menjemput barang dari tempat yang telah ditentukan Cuandri. Dan, saat kendaraan telah melakukan muat barang di tempat Cuandri polisi langsung menangkap.

“Klien saya belum baru mau melakukan pengecekan ketika barang sampai di gudang ekspedisi. Tapi belum sempat sudah ditangkap dan anehnya Cuandri yang juga berada di lokasi muat barang malah tidak ditangkap,” tegasnya. (red)