CS RSUD Tebo Nyaris Menjadi Korban Hipnotis Via Telepon

Advertisement

CS RSUD Tebo Nyaris Menjadi Korban Hipnotis Via Telepon

Portal
Kamis, 23 Agustus 2018

Photo : Humas Polres Tebo 
PORTALTEBO.id – Kasus hipnotis melalui telepon mulai marak di Kabupaten Tebo. Seorang ibu-ibu bekerja sebagai CS di RSUD STS Tebo, May (45) nyaris menjadi korban pada kasus ini.

Untung saja, May yang saat itu tengah linglung akibat terkena hipnotis, bisa disadarkan oleh Brigpol Andi Gristian.

Dikutip dari lamam polrestebo.jambi.polri.go.id, insiden ini terjadi pada Minggu kemarin (19/8/2018). Waktu itu, May menerima telepon dari orang yang tidak dikenal.

Si penelpon mengatakan jika anak ibu May yang bernama Rido ditangkap polisi karena kedapatan membawa Narkoba. Dan dia (si penelpon) bersedia menolong anak ibu tersebut agar tidak dibawa ke kantor polisi dengan syarat ibu May mentranfer uang sejumlah Rp 20 juta.

Karena keadaan ekonomi korban sangat pas-pasan dan tidak mampu memenuhi permintaan si penelpon, akhirnya pihak penelpon dan ibu May bernegosiasi.

Hasil negosiasi, penelpon meminta tranfer pulsa sebesar Rp 800 ribu ke empat nomor berbeda, dan penelpon juga meminta agar hal ini tidak diketahui oleh siapapun.

Ibu May pun menyanggupi itu. Dan dia langsung berupaya mencari warung yang menjual pulsa untuk bisa memenuhi permintaan si penelpon.

Untung saja setiap karyawan toko yang ditemui tidak mau memberikan pulsa kepada ibu May, yang akhirnya sampailah ibu May di jalan jalur dua RSUD STS Tebo.

Mengetahui hal ini, Bhabinkamtibmas dan pemuda yang melaporkan kejadian tersebut, langsung berupaya menyadarkan ibu May.

Ibu May langsung diajak untuk mencari anaknya ke Desa Bedaro Rampak, Kecamatan Tebo.

Setelah melakukan pencarian, akhirnya anak ibu May ditemukan di rumah neneknya yang bersebelahan dengan rumah ibu May.

Kejadian ini dibenarkan oleh Brigpol Andi Gristian. Dia mengatakan jika kasus hipnotis melalui telepon kerap kali terjadi, dan dia meminta warga untuk selalu waspada.

“Kami minta masyarakat lebih teliti, jika ada kejadian seperti ini lagi silahkan konfirmasi langsung kepada kami. Polri saat ini sudah berusaha transparan dan profesional. Jadi jangan ragu untuk menghubungi Pihak Kepolisian setempat untuk memastikan hal tersebut benar atau tidak,”tegas Andi mengakhiri. (red)