google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Perindag Naker Tertibkan Ratusan Kios Liar

Advertisement


Perindag Naker Tertibkan Ratusan Kios Liar

Rabu, 29 Agustus 2018

PORTALTEBO.id - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenaga Kerjaan (Perindag Naker) Kabupaten Tebo, mulai menertibkan ratusan kios liar yang berdiri diatas tanah milik Pemkab Tebo.

Tindakan tegas itu dilakukan Dinas Perindag Naker untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pemilik kios.

"Kalau mau bikin usaha harus siap bekerjasama dengan Pemda. Kalau tidak silahkan bongkar dan cari tempat lain," tegas Edi Sofyan, Kabid Pasar Disperindag Tebo.

Edi mengatakan tidak main-main dalam menjalankan aturan dan perda. Dirinya ingin kedepan pemilik kios mendapatkan rasa aman dan nyaman.

Untuk itu, Edi meminta kepada pemilik kios untuk bersama sama menjalankan aruran dan kebijakan pemda.

"Perharinya mereka punya kewajibab ke Pemda sebesar Rp 3.000, jadi sebulan itu sebesar Rp 70 ribu per kios," sebutnya.

Saat ini dikatakan Edi, sebagian kios yang ada di pasar Kabupaten Tebo sudah mulai tergarap. Bahkan kata dia beberapa kios di pasar Sungai Bengkal restribusinya sudah ada yang masuk ke kas daerah.

"Alhamdulilah semenjak kita data kios yang ada di Tebo, sebagian sudah ada yang masuk ke kas daerah," terangnya.

Untuk yang di Sungai Bengkal pihaknya telah mendata ada sekitar 50 kios yang sudah bekerjasama dengan pemda. Sementara lanjut dia untuk di Rimbo Bujang sedikitnya sudah ada 70 kios yang datanya masuk ke Perindag.

Saat ini kata dia, petugas masih melakukan pendataan, apakah masih ada kios liar yang bangunannya bediri diatas tanah Pemda.

"Yang di Rimbo belum tergarap semua, itu titiknya ada di Pujasera, samping terminal, belakang BRI dan samping Bank Jambi," ucapnya.

Sementara Marni pemilik kios di pasar Sarinah Rimbo Bujang merespon positif upaya pemda dalam menertibkan kios atau lapak yang ada di pasar ini. Dirinya menganggap Pemda lebih tanggap dan perhatian dalam memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pemilik kios.

"Kalau lah tertib macam nih, kami senanglah jadi jelas sama siapo kami setor uang restribusi. Lagian sebulan itu dak berat nian," kata Marni. (p06)