ALAM MEMBERONTAK

Advertisement

ALAM MEMBERONTAK

Minggu, 30 September 2018


Oleh : Adi Putra

Berontak alam di kerak samudera
laut membangkit semangatnya menggusur kota
sapuan ekornya membongkar pesisir nan jauh disana
Sementara hiruk pikuk resah lantang menggerai cerita

Bukit terungkit
jalan terpilin
Kota terserak mengerang
oleh sisa bisa bibirnya
Maut berpesta
bagai katak menanti hujannya

di tengah telaga merenggut ruh
dari tubuh-tubuh yang terapung busung
dan membusuk setelah hanyut tergulung
Cuaca bercadar surya seakan cedera

Hari pun kuyu dalam kuyup
Sisa pekik dari dada yang pecah
dan senyap tatap tak percaya
dari mata yang membeliak terbelalak

masih menggantung di kaki langit
bersama bau yang sengit
Lanskap tinggal bingkai bagi
bangkai dan sampah bengkalai

Namun kemudian
gelombang tampak tenang
seperti pelamun tua mengantuk dan
melupa
Sementara seorang anak duduk
di hujung perahu bersenandung “bersahabatlah wahai semesta”

Komunitas Mata Pena
Tebo, Jambi 2018