Ribuan Warga Rantau Jaya Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

Advertisement

Ribuan Warga Rantau Jaya Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

Portal
Selasa, 11 September 2018

PORTALTEBO.id - Tahapan Pileg dan Pilpres 2019 di Kabupaten Tebo terus berjalan, sementara sekitar 1267 KK warga Rantau Jaya Patokan  KM 55 Kecamatan VII Koto Kabupaten Tebo terancam tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Pasalnya, mereka belum memiliki data kependudukan dan dokumen lainnya.

Padahal, warga yang berdomisili didalam wilayah konsesi PT LAJ semenjak 2008 lalu, telah mengajukan beberapa kali kepada Pemda Tebo untuk mendapatkan kejelasan terkait data kependudukan.

Tragisnya lagi, warga yang mayoritas pendatang dan menetap untuk bekebun didalam wilayah Konsesi PT LAJ ini, telah mencabut data kependudukannya di daerah asalnya. Akibatnya, status kependudukan mereka hingga saat ini terkatung-katung tanpa kejelasan.

Er Er, Tokoh masyarakat  Rantau Jaya saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan permohonan kepada Pemda Tebo untuk mendapatkan data kependudukan, tapi hingga kini tidak ada kejelasan.

“Sejak tahun 2008 lalu, kami sudah beberapa kali meminta kejelasan kepada Pemkab Tebo terkait data kependudukan kami. Sebab, data dari daerah asal kami telah cabut," ungkap Er Er.

Bahkan, diungkapkan Er Er lagi. Dirinya beserta tokoh masyarakat Rantau Jaya lain juga sudah melakukan audiensi bersama Bupati dan DPRD Tebo untuk meminta kejelasan.

“Kami juga sudah pernah melakukan audiensi dengan bapak Bupati Tebo H Sukandar dan Ketua DPRD Tebo Agus Rubyanto untuk meminta kejelasan, bahkan mereka juga sudah turun ke wilayah kami," katanya.

Er Er juga mengungkapkan, semenjak tahun 2008 masyarakat Rantau Jaya secara mandiri membangun fasilitas pendukung mulai dari Sekolah Dasar (SD), Madrasah, SMP Serta sarana ibadah dan pasar.

“Seharusnya Pemkab juga melihat ini, sarana pendukung mulai dari sekolah dan tempat ibadah serta pasar dibangun secara mandiri, " pungkasnya. (red)