SANG ABDI NEGARA DI TANAH PERANTAUAN

Advertisement

SANG ABDI NEGARA DI TANAH PERANTAUAN

Minggu, 23 September 2018

Oleh : ADE NOFRIZA, S.STP, M.A.P

Asa bertaubat dalam malam
Ujung rambutku berbisik lirih
Hingga tak terdengar lagi oleh kedua gendang telingaku

Mata selalu mencabik-cabik tajam
Mencari pegangan kokoh untuk bersandar
Hingga tak tampak oleh dua bola mataku

Kepalan demi kepalan jari merangsak
Melumat apa yang ada dihadapan
Hingga tak terasa lumatan itu dilidahku

Jantungku berdetak mengikuti irama hembusan nafas
Hingga tak tercium lagi tajamnya bau badanku
Bahkan bau badan seluruh sanak familiku

Ayunan kaki kulangkahkan tegap
Setegap para hewan liar dipelataran
Meringkik keras bagaikan kuda jantan
Hingga lunglai dalam dekapan angin malam

Takkan ku hiraukan semua itu
Tak kan ku dengarkan bisikan itu
Takkan ku rasakan letih itu
Demi pembuktian diri
Sang abdi negara di tanah perantauan

Komunitas Mata Pena
Tebo, Jambi 2018