Sekdes Muara Ketalo: Insentif Guru Ngaji Sudah Sesuai Perbup

Advertisement

Sekdes Muara Ketalo: Insentif Guru Ngaji Sudah Sesuai Perbup

Minggu, 09 September 2018

Nyai Sicik: Jangan bawa-bawa Namo guru ngaji yo. Kami Lillahi Ta’ala

PORTALTEBO.id - Sekretaris Desa (Sekdes) Muara Ketalo, Kecamatan Tebo Ilir, Wani menegaskan bahwa insentif yang diberikan kepada guru ngaji di desanya sebesar Rp 150 ribu per bulan. Jumlah tersebut dijelaskannya, sudah sesuai dengan aturan dan sudah tertera di APBDes Muara Ketalo.

Dijelaskannya, pada Perbup Bab VI Pasal 12 Ayat 2 disebutkan bahwa, besar anggaran biaya atau belanja dimaksud pada ayat (1) dibayar setinggi tingginya tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan bupati tersebut.

“Dalam Perbup insentif guru ngaji maksimal Rp 300 ribu. Jadi berdsarkan itulah pihak desa menetapkan insentip guru ngaji sebesar Rp 150 ribu per bulan,”jelas Wani.

Disinggung terkait isu atau dugaan bahwa pihak desa memotong atau menyunat intensif guru ngaji, Wani hanya tertawa. “Memang ada media yang memberitakan jika saya menyunat intensif guru ngaji. Saya tegaskan kalau itu tidak benar. Itu fitnah terbesar dalam hidup saya. Manala saya berani memotong insentif guru ngaji ,”tegasnya.

Atas fitnah itu, lanjut Wani, pihaknya akan melaksanakan musyawarah desa. Hasil musyawarah nantinya akan dikordinasikan dengan pihak kecamatan. “Kita juga akan kordinasi dengan pihak DPMD terkait langkah apa yang akan kita tempuh atas pemberitaan yang diduga telah mencoreng nama baik desa Muaro Ketalo, “ujarnya lagi.

Nyai Sicik salah seorang guru ngaji di desa Muara Ketalo mengaku tidak mempermasalahkan jumlah insentif yang diterimanya setiap bulan. “Saya bersyukur dapat insentif 150 ribu per bulannya dari Pemdes selama ini, “kata dia.

Guru ngaji yang memiliki murid ratusan orang ini juga mengetahui soal pemberitaan yang menyatakan rata-rata guru ngaji di desa Muara Ketako mengeluh atas besaran insentif tersebut.

“Demi Allah, saya ndak pernah mengeluh soal besaran intensif yang saya terima. Jangan bawa-bawa nama kami guru ngaji yo. Kami Lillahi Ta’ala,”tutupnya. (red)