Tuntutan Tidak Digubris, Warga Bakal Gugat Bupati

Advertisement

Tuntutan Tidak Digubris, Warga Bakal Gugat Bupati

Portal
Senin, 10 September 2018

PORTALTEBO.id - Meski belum puas atas penjelasan Abu Bakar, Plt Sekda Tebo, massa dari dua desa yang mendatangi Kantor Bupati Tebo akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 12.34 Wib,  Senin (10/09/2018).

Pasalnya, belum ada jawaban konkret dari perwakilan pemerintah kabupaten Tebo yang disampaikan Plt Sekda terkait tuntutan mereka.

"Hingga saat ini tak ada jawaban dari bupati, maka kami akan gugat dan kami bawa ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)," kata Azri perwakilan masyarakat  dari dua desa tersebut.

Menurut Azri, ada kesan jika Pemkab Tebo dalam hal ini Bupati Tebo melakukan pembiaran terhadap persoalan dan tuntutan dari warga. “Upaya hukum (PTUN) ini akan kita dibahas lagi dengan masyarakat setempat," kata Azri lagi.

Untuk diketahui, tuntutan warga dua desa yakni desa Tambun Arang dan desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, minta agar Kepala Desa mereka diberhentikan dari jabatannya. Pasalnya, warga menilai kedua Kades tersebut telah menikah namun tidak sah.

Hal ini juga dibuktikan warga dengan pernyataan dari Kepala KUA Kecamatan Sumay dan Pengadilan Agama (PA) Tebo, yang menyatakan bahwa pernikahan kedua Kades tersebut tidak sah.

Bahkan warga sempat membawa kasus ini ke komisi I DPRD Tebo beberapa waktu lalu. Hasilnya, Komisi I DPRD Tebo merekomendasikan agar kedua kades tersebut dinonaktifkan.

Tidak sampai disitu, Bupati Tebo Sukandar membentuk tim pemberi penghargaan dan sanksi (TPPS) yang diketuai Plt Sekda.

Tim tersebut sudah merekomendasikan pemberhentian sementara bagi kedua kades tersebut dan telah disampaikan ke Bupati.

Sayangnya, sampai hari ini belum ada keputusan terkait penonaktifan kedua Kades itu. Hal ini yang menyebabkan warga dafi dua desa itu menggelar aksi demo di kantor Bupati Tebo. (red)