google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Bappeda Jambi Siap Dukung Program “Jaksa Masuk Rimba”

Advertisement

Bappeda Jambi Siap Dukung Program “Jaksa Masuk Rimba”

Kamis, 25 Oktober 2018


PORTALTEBO.id - Asisten II Pemprov Jambi yang juga Plt Bappeda Provinsi Jambi, Agus Sunaryo dukung program “Jaksa Masuk Rimba “ yang digagas oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo.

Dukungan ini disampaikannya usai menghadiri pelantikan Sekretis Daerah (Sekda) Kabupaten Tebo, di aula utama Kantor Bupati Tebo, Kamis (25/10).

Kajari Tebo, Teguh Suhendro kepada Agus Sunaryo memaparkan bahwa, program Jaksa Masuk Rimba merupakan program inovasi kejaksaan dalam memberikan pelayanan hukum kepada Komunitas Adat Terpencil (KAT) khususnya Suku Anak Dalam (SAD).

Pada program ini, Kejari Tebo mencoba melakukan sosialisasi dan pemberdayaan hukum terhadap SAD di wilayah Kabupaten Tebo. Program ini pun terus berkembang dan direspon oleh Kajati Jambi dan Kejagung RI.

Terus berkembang, lanjut Kajari, dirinya bersama para pendamping SAD telah membentuk Yayasan Orang Rimbo Kito pada 5 Oktober 2018 kemarin, “Yayasan ini nantinya fokus pada program pemenuhan hak dasar SAD. diantaranya hak pendidikan, kesehatan dan ekonomi, “ucapnya.

“Program awal adalah pendataan SAD yang tersebar di wilayah Kabupaten Tebo, yakni di kawasan bukit 30 dan bukit 12, “ucap Kajari.

Untuk merealisasikan program yayasan ini, Kajari berharap adanya sport dan bantuan dari semua pihak, termasuk Pemkab Tebo dan Pemprov Jambi.

Program dan harapan Kajari Tebo ini langsung direspon oleh Asisten II Pemprov Jambi, Agus Sunaryo.

Plt Bappeda Provinsi Jambi ini menyatakan siap mendukung dan mensuport program-progam yang akan dijalani oleh pengurus Yayasan Orang Rimbo Kito. “Ini terobosan baru, patut didukung. Silahkan pengurus buat program beserta anggaran yang dibutuhkan. Usulkan ke kita. Kita siap bantu,”kata Agus.

Menurut Agus, banyak dana atau anggaran yang nantinya bisa dikelola oleh Yayasan Orang Rimbo Kito. Baik dana CSR dari perusahaan yang wilayahnya masuk dalam kawasan sebaran SAD maupun dan lainnya, “Kita tunggu proposalnya. Nanti bisa saja kita sondingkan dengan perusahaan, “tutup dia. (p01)