google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Hampir Sepekan, Pekerjaan Proyek Rumah SAD Tanah Garo Terbengkalai

Advertisement

Hampir Sepekan, Pekerjaan Proyek Rumah SAD Tanah Garo Terbengkalai

Kamis, 04 Oktober 2018


PORTALTEBO.id - Sudah sepekan ini, pembangunan rumah bantuan untuk Suku Anak Dalam (SAD) di desa Tanah Garo Kecamatan Muara Tabir, terhenti dan terkesan terbengkalai.

Pasalnya, dilokasi proyek yang menghabiskan anggaran miliaran tersebut, tidak satupun terlihat pekerja.

Padahal, proyek yang mengunakan anggaran dari Dinas Sosial tahun anggaran 2018, berakhir pada November 2018. Namun tampak proges pekerjaan diperkirakan belum mencapai 50 persen.

Informasi yang dirangkum PORTALTEBO.id, pihak rekanan belum membayar gaji para pekerja rumah bantuan untuk SAD tersebut. Akibatnya, para pekerja memilih untuk tidak melanjutkan pekerjaannya.

Tidak itu saja, selama pekerjaan dilaksanakan, material sering terlambat. Sehingga para pekerja sering kehabisan material.

“Iya bang. Sudah hampir seminggu ditinggal pekerja. Informasi, pekerjanya mogok karena gaji mereka belum dibayar,”kata warga sekitar yang minta namanya tidak disebutkan.

Hal ini diakui oleh Azwardi, salah seorang pekerja perumahan untuk SAD tersebut. Diakuinya, dia bersama pekerja lainnya sudah 6 hari meninggal lokasi pekerjaan.

Alasannya, selain gaji atau upah kerja yang belum dibayar oleh pihak rekanan, saat mereka bekerja sering kehabisan material.

“Gajinya sangat murah dan belum dibayar. Material juga putus. Kalo kami paksakan juga tetap bekerja, terus kami mau makan apa, “ketusnya.

Jelas Azwardi, untuk upah kerja yang diterima sebesar Rp 3 juta per unit rumah. Sementara, satu unit rumah dikerjakan oleh 4 sampai 6 orang pekerja. “Satu unit rumah, kita hanya diberikan pinjaman satu juta. Bayangkan saja kalau satu rumah dikerjakan 5 orang. Masing-masing kita hanya dapat 200 ribu. Untuk rokok sama minyak saja sudah habis, “jelas dia dan mengatakan, untuk menyelesaikan pekerjaan satu unit rumah bisa menghabiskan waktu sampai 1 minggu

Untuk itu, Azwardi berharap agar pihak rekanan segera membayar gaji dia dan pekerja lainnya. Selain itu, dia juga minta agar ada penambahan upah kerja per unit rumah. “Saya dan kawan-kawan berharap agar upah kerja kami segera dibayar. Jika rekanan tetap ingin kami menyelesaikan pekerjaan rumah itu, kami minta material selalu tersedia dan upah per unit rumah ditambah. Setidak-tidaknya 5 juta per unit, “tutupnya. (red)