google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Kerjanin Anyaman Resam Sulit Berkembang

Advertisement


Kerjanin Anyaman Resam Sulit Berkembang

Selasa, 30 Oktober 2018

Kabid Industri Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Tebo, Ridwan

PORTALTEBO.id - Anyam resam diyakini bisa menjadi salah satu produk yang benilai jual tinggi. Saat ini pun kerajinan dengan bahan dasar pohon resam ini menjadi perhatian Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan (Disperindag Naker) Kabupaten Tebo.

Sayangnya, kerajinan ini sepertinya sulit untuk dikembangkan. Pasalnya, selain kualitas prodak yang masih dibawah standar, kendala yang dihadapi adalah kurangnya pengerajin yang fokus menekuni bidang usaha tersebut. Ini dikatakan langsung oleh Kepala Disperindag Naker Tebo melalui Kabid Industri, Ridwan, Selasa (30/10).

Dijelaskannya, kurangnya pengerajin yang fokus menekuni usaha kerajinan anyaman ini disebabkan banyak pilihan pekerjaan lain. Dalam artian, masyarakat lebih memilih pekerjaan lain karena hasil yang didapat dari pekerjaan lain melebihi pendapatan dari hasil penjualan kerajinan itu.

“Kerajinan resam kan tidak tiap hari laku dijual. Kalau pun terjual, harganya tidak seberapa. Hasilnya belum bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ini yang membuat masyarakat enggan fokus mengembangkan kerajinan ini, “ujar Ridwan.

Pilihan pekerjaan lain, lanjut Ridwan menjelaskan. Kabupaten Tebo mayoritas masyarakatnya adalah petani karet dan sawit. Di saat ini, hasil komoditi karet dan sawit sangat sangat menjanjikan dan mampu diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Apalagi kalau harga karet dan sawit naik. Sudah dipastikan masyarakat lebih memilih menghadapi kebun karet atau kebun sawitnya. Nah kalau sudah seperti itu, kerajinan ayaman resam ditinggal, “kata dia mejelaskan.

Diakui Ridwan, ada beberapa daerah di Provinsi Jambi yang menekuni kerajinan ayaman resam sebagai produk andalah daerah tersebut, diantaranya Kabupaten Muarojambi dan Kabupaten Kerinci. “Kalau di Kerinci mungkin tidak ada pilihan pekerjaan lain. Jadi masyarakat bisa fokus menghadapi usaha kerajinan ini,”kata dia.

Meski demikian, Ridwan mengaku tetap berupaya untuk memajukan produk unggulan Tebo hingga bisa diandalkan untuk menambah pendapatan masyarakat. “Kita bakal terus melakukan pelatihan-pelatihan untuk menambah pengetahuan pengerajin. Biar produk yang mereka hasilkan mampu bersaing dan diterima di pasaran, “tutupnya. (p01)