KPU Tebo Tak Punya Data Pemilih SAD, Ini Alasannya

Advertisement

KPU Tebo Tak Punya Data Pemilih SAD, Ini Alasannya

Portal
Rabu, 17 Oktober 2018


PORTALTEBO.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tebo mengaku tidak memiliki data jumlah pemilih Suku Anak Dalam (SAD). Hal ini disampaikan langsung oleh Komisioner KPUD Tebo Rinaldi Zainun.

“Data pemilihan SAD tidak ada, sudah nyatu sama warga, “kata Renaldi saat dikonfirmasi Rabu (17/10/2018).

Dintanya menyatu dengan warga atau desa mana saja, Rinaldi menjawab, “Dengan warga desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir dan desa Tanah Garo Kecamatan Muara Tabir, “singkatanya.

Untuk diketahui, Kabupaten Tebo, Jambi salah satu wilayah sebaran Suku Anak Dalam (SAD). Ada beberapa desa dan kecamatan yang menjadi sebaran puluhan kelompok Orang Rimba ini diantaranya, Kecamatan VII Koto, Sumay, Tebo Ulu, Tengah Ilir, dan Kecamatan Muara Tabir.

Sementara, dari data yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi mencatat sekitar 1.562 jiwa Suku Anak Dalam (SAD) yang bisa ikut berpartisipasi pada pesta pemilu tahun 2019. Dari jumlah tersebut, 83 jiwa SAD berada si Kabupaten Tebo.

Terkait hal ini, Pendamping SAD desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Yarani mengaku terkejut. Dia mengungkapkan bahwa sedikitnya ada sekitar 400 jiwa SAD Tanah Garo yang memiliki hak suara.

Menurut Yarani ada beberapa faktor yang membuat banyak warga SAD tidak terdaftar ikut Pemilu 2019. Faktor utamanya adalah tidak seriusnya pihak KPU mendata keberadaan mereka.

Dicontohkannya, saat tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih, Petugas Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) melakukan coklit sekadarnya saja. Tidak sampai menyentuh semua kelompok. Alasan mereka karena warga SAD berpindah-pidah, “ungkapnya.

Padahal, aku Yarani, dirinya telah menyarankan kepada pihak Pantarlih agar melibatkan warga SAD untuk melakukan coklit. “Kan banyak warga SAD yang sudah bisa menulis dan membaca. Tapi ini tidak pernah dilibatkan. Sementara, Pantarlih juga tidak melakukan coklit kesemua kelompok SAD,”ketusnya.

“Jadi wajar saja kalau data provinsi menyebutkan cuma 83 jiwa SAD yang terdaftar Pemilu 2019 dan KPU Tebo mengatakan kalau datanya sudah menyatu dengan warga, “tutupnya. (red)