Pasangan Selingkuh Ini Sewa Pembunuh Bayaran Sadis

Advertisement

Pasangan Selingkuh Ini Sewa Pembunuh Bayaran Sadis

Senin, 01 Oktober 2018

Sujari CS Pelaku pembunuhan sadis di Lubuk Madrasah, Tebo digiring keruang Sidang PN Tebo.
PORTALTEBO – Terkuak jelas bagaimana Sujiati (37) Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Dusun Malako, Desa Lubuk Madrasah, Kecamatan Tengah Ilir, Tebo ini meregang nyawa. Istri syah dari Sujari (40) ini dibunuh secara sadis oleh pembunuh bayaran yang disewa oleh Sujari dan selingkuhannya bernama Rohimi (37).

Korban Sujiati ditembak dengan senjata api rakitan yang telah disiapkan oleh dua pembunuh bayaran yakni Ragil Mestiono (40) dan Syaiful (34). Pembunuh bayaran ini didatangkam oleh Sujari dan Rohimi dari Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Sadisnya aksi pembunuh bayaran ini terungkap dipersidangan perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Tebo. Sidang yang agendanya pembacaan dakwaan ini dipimpin langsung oleh Ricky Ferdinand, SH dan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rika, SH.

Histori pembunuhan sadis yang dibacakan oleh JPU ini tak ditampik oleh keempat terdakwa. Ini terlihat dari tidak adanya keberatan dari keempat terdakwa saat dakwaan usai dibacakan.

Dalam dakwaan JPU, para pembunuh bayaran ini mengeksekusi korban didalam rumahnya. Ragil Mestiono dan Syaiful beraksi setelah mendapat perintah dari Sujari dan pasangan selingkuhnya Rohimi.  

“Pembunuhan ini bermotif penguasaan harta benda korban serta perselingkuhan yang dilakukan Sujari dengan Rohimi,”terang Kasat Reskrim AKP Hendra beberapa waktu lalu.

Dalam dakwaan diceritakan, soal keluh kesah Sujari yang sudah lama sakit hati karena perlakuan istrinya yakni korban Sujiati yang tidak menghargai suaminya serta keluh kesah Rohimi yang telah menjalin hubungan gelap dengan Sujari namun tidak juga dinikahi.

Dari situlah akhirnya timbul niat keduanya untuk menghabisi nyawa korban. Awalnya kedua pasangan selingkuh ini ingin menyantet korban biar tewas, namun setelah menghubungi Syaiful kerabat Rohimi yang tinggal di Mandiangin Sarolangun, akhirnya Syaiful bersama dengan Ragil bersedia membunuh korban dengan bayaran 1 juta perorang.

“Setelah menyanggupi untuk membunuh korban, Ragil yang memang memiliki senjata api rakitan berangkat dengan Syaiful dari Sarolangun menuju Lubuk Madradah, Tebo. Selama perjalanan keduanya membeli perlengkapan yang akan digunakan untuk menghabisi nyawa korban, salah satunya sarung tangan yang berguna untuk menghilangkan sidik jari,”terang JPU Rika, SH dihadapan persidangan, senin (1/10/2018).

Ragil pada malam kejadian telah menyiapkan senjata rakitan tersebut yang diselipkan dipinggangnya, sedangkan Syaiful membawa kayu balok. Pelaku masuk melalui pintu belakang rumah yang menurut Sujari gampang untuk dibuka dengan cara dicongkel.

“Setelah berhasil masuk, kedua pelaku langsung kekamar korban dan menyekap korban dikasur lalu menembak bagian belakang kepala korban sebanyak 1 kali dan dibagian dada 1 kali,”ungkap Rika, SH yang didampingi JPU lain.(P05)