Terkait Dugaan Korupsi PNPM Rimbo Bujang, Kasi Pidsus: Tersangka Tidak Mungkin Satu Orang

Advertisement

Terkait Dugaan Korupsi PNPM Rimbo Bujang, Kasi Pidsus: Tersangka Tidak Mungkin Satu Orang

Portal
Selasa, 30 Oktober 2018

Ilustrasi/NET

PORTALTEBO.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo merilis satu tersangka dugaan korupsi dana simpan pinjam PNPM Rimbo Bujang. Namun pihak kejaksaan belum bisa membeberkan identitas tersangka.

"Insyallah awal tahun sudah masuk ke tahap penuntutan," kata Kasi Pidsus Kejari Tebo, Efan Arturedy, Selasa (30/10).

Dia mengatakan, tidak tertutup kemungkinan bakal ada pihak lain yang bakal terlibat dalam kasus tersebut.

Sementara ini lanjut dia, kasus dugaan korupsi dana PNPM tersangka tidak mungkin satu orang.

Dilanjutkan Efan jika kasus dugaan korupsi PNPM tahun 2014 lalu merupakan tunggakan kasus yang dipegang oleh kasi Pidsus sebelumnya. Kendati demikian Efan mengakui jika  sebelumnya kasus tersebut sudah masuk tahap penyidikan.

"Tapi waktu itu belum dilakukan pendalaman," katanya.

Sekali lagi kata dia, saat ini pihaknya bakal memprioritaskan penyempurnaan administrasi pemberkasan dulu. Jika ini dirasa sudah sempurna tidak ada celah lagi bagi siapapun yang ingin mementahkan.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo baru merilis satu tersangka dugaan korupsi dana simpan pinjam PNPM Rimbo Bujang. Ini setelah pihak Kejari sebelumnya menerima laporan hasil audit dari BPK RI Jambi pada 29 Agustus 2018 lalu.

Kendati demikian, untuk saat ini pihak kejaksaan belum bisa membeberkan identitas tersangka. Pasalnya Kejari Tebo baru akan melakukan pemanggilan apabila pemberkasan dirasa sudah cukup lengkap.

“Kita masih proses pemberkasan. Kalau sudah siap baru kita lakukan tahap satu penunjukan jaksa peneliti. Setelah itu baru kita lakukan pemanggilan terhadap tersangka," ujar Kasi Pidsus Kejari Tebo, Efan Arturedy, Selasa (30/10).

“Yang jelas tersangka dugaan korupsi dana simpan pinjam PNPM Rimbo bujang ini baru merilis satu tersangka,”katanya lagi.

Diketahui, kasus penyalagunaan dana simpan pinjam pada tahun 2014 lalu ini, telah menyebabkan kerugian negara senilai Rp 747.674.000. (red)