Terus Berlanjut, Jaksa Segera Tetapkan Tersangka Kasus LPJU 2017

Advertisement

Terus Berlanjut, Jaksa Segera Tetapkan Tersangka Kasus LPJU 2017

Rabu, 24 Oktober 2018


PORTALTEBO.id - Kasus pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di biayai dari Dana Desa Tahun Anggaran 2017, terus berlanjut dan telah memasuki tahap penyidikan. Hal ini dikatakan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebo Teguh Suhendaro melalui Kepala seksi Intelijen Agus Sukandar, Rabu (24/10).

Agus mengakui jika saat ini pihaknya masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) wilayah Jambi. “Kasus ini terus berlanjut dan sudah masuk pada tahap penyidikan. Saat ini masih dalam proses penghitungan kerugian negara oleh BPKP, dan ini memakan waktu cukup lama,”kata dia.

"Setelah keluar hasil audit BPKP nanti baru bisa kita ketahui jumlah kerugian negara. Habis itu baru kita bisa menentukan siapa saja yang bakal ditetapkan sebagai tersangka, “kata dia lagi.

Sebelumnya, Kejari Tebo telah memeriksa 200 orang lebih Kapala Desa (Kades) dan bendahara desa se Kabupaten Tebo.

Pemeriksaan para kades dan bendahara desa ini untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan mark up harga pengadaan LPJU dari dana desa tahun 2017.

Tidak itu saja, Kepada Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) beserta staf yang diduga mengakomodir pengadaan LPJU ini, tak luput dari pemeriksaan pihak kejaksaan. Begitu juga pihak rekanan yang mengadakan atau memasang LPJU tersebut.

Informasi yang dirangkum media ini, pihak DPMD Tebo duduga telah menginterpensi setiap desa agar menganggarkan biaya untuk pengadaan LPJU.

Dari 107 jumlah desa se Kabupaten Tebo, masing-masing desa diwajibkan untuk mengadakan 5 unit LPJU. Untuk satu unit LPJU lengkap dengan tiang, dipatok harga sebesar Rp 7 juta yang disetor langsung ke pegawai DPMD. (p01)