google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Uniknya Komunitas Donor Darah Sukarela Tebo, Penasaran...

Advertisement

Uniknya Komunitas Donor Darah Sukarela Tebo, Penasaran...

Minggu, 07 Oktober 2018


PORTALTEBO.id - Masih ingat Komunitas Donor Darah Sukarela Tebo (Kado Dahsat) atau KD Tebo. Meski belum sati tahun berdiri, komunitas yang bergerak dibidang sosial ini sudah banyak berkontribusi untuk Kabupaten Tebo.

Komunitas yang berdiri pada tanggal 01 Desember 2017 yang dibentuk oleh H. Muhammad Eka Wijaya, SP, M.Si pensiunan ASN Tebo yang juga Dosen di Salah Satu Perguruan Tinggi di Muara Bungo, ternyata sangat unik.

Pasalnya, komunitas ini hanya mengandalkan komunikasi di media sosial (medsos) untuk memeberi bantuan sosial kepada masyarakat, terutama kepada masyarakat atau pasien yang membutuhkan darah.

“Biasanya, kalau kita dapat informasi ada yang butuh darah, kita tinggal shere ke Medsos lokasi yang membutuhkan, golongan darahnya, usia yang membutuhkan dan ditambah informasi lainnya. Bisanya ada saja yang menyumbangkan atau medonorkan darahnya, “kata Bang Cecep sapaan akrab H. Muhammad Eka Wijaya, SP, M.Si.

“Pernah ada pasien di RSUD Tebo yang membutuhkan darah. Informasinya saya shere ke group. Selang beberapa lama saya cek ke RSUD, ternyata sudah ada yang menyumbangkan darahnya. Warga dari Rimbo Bujang. Saya ndak tau juga siapa orangnya. Soalnya habis nyumbang darahnya, dia langsung pulang ke Rimbo Bujang. Dan yang seperti ini sering terjadi, “ungkapnya.
H. Muhammad Eka Wijaya, SP, M.Si pencetus terbentuknya Komunitas Kado Dahsat saat photo bersama Tebo Top Comunity

Diceritakan Bang Cecep, saat ini yang berpartisipasi pada komunitas Kado Dahsat sudah hampir menyeluruh di wilayah Kabupaten Tebo. Namun diakuinya masih saja terkendala atau kekurangan pendonor. “Hampir setiap hari ada saja yang membutuhkan darah dan kita sering kehabisan pendonor. Soalnya sekali donor dua bulan kedepan baru bisa donor lagi, “jelas dia.

“Apalagi untuk darah golongan AB. Jika sudah ada yang membutuhkan darah golongan itu, sudah dipastikan sulit didapat. Pasalnya, jarang-jarang yang memiliki golongan darah itu,”kata dia lagi.

Untuk itu, Bang Cecep menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat Tebo dan sekitarnya untuk bisa berprestasi pads komunitas Kado Dahsat. “Setetes darah kita sangat berharga bagi mereka yang membutuhkan, “ujar dia sambil mengatakan bahwa Komunitas ini selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. Caranya cukup dengan menghubungi Bang Cecep via Wa 0852-6996-9095.

Diketahui, Komunitas Donor Darah Sukarela Tebo (Kado Dahsat) atau KD Tebo terbentuk pada tanggal 01 Desember 2017 yang diprakarsai oleh H. Muhammad Eka Wijaya, SP, M.Si pensiunan ASN Tebo yang juga Dosen di salah satu Perguruan Tinggi di Muara Bungo.

KD merupakan komunitas sukarela yang siap menyumbangkan darahnya bagi yang membutuhkan. Karena selama ini sudah menjadi rahasia umum kalau kebutuhan darah bisa menjadi bisnis ratusan ribu rupiah. Dengan adanya bisnis tersebut pulalah yang mendesak terbentuknya KD.

Dikatakan Bang Cecep, banyak faktor yang membuat KD ini dibentuk, salah satunya  bisnis jual beli darah. Sementara, jika melihat kondisi keluarga – keluarga pasien yang membutuhkan darah namun tidak ada dana untuk membeli darah.

"Atas dasar ini kita membentuk Kado Dahsat yang anggotanya siap memberikan donor darah secara cuma – cuma tanpa imbalan apapun,"kata Bang Cecep beberapa waktu lalu saat Kado Dahsat baru terbentuk.

Untuk nama Kado Dahsat lanjut Bang Cecep, artinya pemberia atau hadiah ataupun hibah dan kepanjangannya Kado Dahsat (KomunitAs Donor DAraH SukarelA Tebo), "Kita juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut bergabung dalam komunitas ini," ajaknya.

Praktek bisnis darah yang secara tidak langsung ini dibenarkan oleh salah satu orang tua pasien. Dia mengaku saat ini anaknya tengah membutuhkan 5 kantong darah.

Namun, lanjut dia, saat dirinya mencari darah ada yang menawarkan darah dengan golongan yang sama. "Tapi saya diminta bayaran Rp 500 ribu. Karena tidak punya uang, dengan sedihnya tawaran itu saya tolak, "ungkapnya.

"Saat kebingungan, saya dikenalkan oleh teman bahwasanya ada komunitas yang bisa memberikan darah tanpa biaya sepeserpun yakni KD Tebo, mendengar hal tersebut saya nangis pak” jelas bapak ini. (p08)