Guru Vs Tantangan Zaman

Advertisement

Guru Vs Tantangan Zaman

Rabu, 07 November 2018


Oleh Dedi Saputra
Bagaimana kah realita guru pada zaman sekarang? Apakah anda tau?
Guru merupakan edukator, fasilitator, leader, motivator serta evaluator bagi siswanya. Sebagai guru yang baik, tentunya aspek – aspek tersebut harus dapat dijalankan dengan baik oleh guru. Memberikan pendidikan atau mentransfer ilmunya, memberikan pelayanan untuk siswanya, memberikan semangat atau dorongan agar siswanya bersungguh-sungguh sungguh dalam menuntut ilmu, membimbing siswa ke arah yang baik serta mengevaluasi siswa dalam belajar di kelas.
Namun realita yang terjadi saat ini adalah perkembangan zaman atau globalisasi, cenderung membawa dampak positif, namun dibalik itu, terdapat pula stigma yang menjadi problematik di era sekarang. Pengaruh globalisasi mengharuskan guru untuk up to date dan selalu mengetahui perkembangan – perkembangan yang terjadi, baik sebagai bahan ajar, metode mengajar, maupun media belajar yang diterapkan di dalam kelas.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengembangan Pendidikan Indonesia ( BPPI ) menyatakan bahwa akibat pengaruh internet dan juga belajar via video dengan Youtube membuat peran guru menjadi terancam. Apalagi dikaitkan dengan materi yang akan diajarkan di kelas. Siswa sudah dapat mengaksesnya di google untuk teori dan juga pengantar lainnya. Karna itu, guru dituntut kreatif dan inovatif dalam menerapkan implementasi dari materi ajar tersebut.
Begitu pula pada metode belajar. Akibat dari globalisasi terjadi lah efek modernisasi yang menghantui generasi muda, siswa cenderung individualis dan juga apatis. Metode belajar pintar juga harus diatur dan disiasati dengan baik oleh guru sebagai pendidik yang profesional. Di sisi lain, media pembelajaran di kelas juga tidak akan menarik siswa jika hanya menggunakan buku teks, atau papan tulis saja. Guru harus dapat menyesuaikan dengan zaman, telah muncul berbagai macam fitur media pembelajaran yang dapat mensupport guru dalam menarik minat belajar siswa.
Namun apakah anda tahu realita yang terjadi sekarang?!
Berdasarkan hasil server BPPI ditemukannya 60% guru senior yang berusia 40 tahun ke atas dan gagap akan perkembangan teknologi. Bahkan parahnya lagi lebih dari 40% guru di Indonesia tidak bisa mengaplikasikan komputer. Sungguh dilematis namun faktual. Hal ini merupakan fakta yang terjadi di era sekarang. Dampak dari globalisasi cenderung menenggelamkan lebih dari 50% guru. Yang menyebabkan kesenjangan antara guru vs Tantangan globalisasi.
Apapun itu, hal yang terjadi saat ini tidak lepas dari course tangan pemerintah khususnya menteri pendidikan Indonesia. Harus lebih peka kembali terhadap profesi guru ini. Karena guru merupakan pelita, penerang serta matahari bagi generasi muda di masa yang akan datang. Pemerintah sebaiknya mencanangkan berbagai macam pelatihan khusus agar guru tidak gagap IPTEK dan mampu bersaing di era globalisasi ini.
Selain itu, guru pun juga harus bisa menyesuaikan diri dengan masa. Alangkah ironi sekali ketika guru hanya dapat bernostalgia dengan sesuatu yang ada pada era nya. Tanpa mau belajar dan mengetahui perkembangan yang ada sekarang. (*)

Dedi Saputra , mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi