Ketua BPD Tambun Arang Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Penyebabnya

Advertisement

Ketua BPD Tambun Arang Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Penyebabnya

Portal
Selasa, 27 November 2018


PORTALTEBO.id - Ketua BPD Desa Tambun Arang, Kecamatan Sumay, AS (46) ditetapkan menjadi tersangka atas laporan dugaan tindak pidana pengerusakan. Penetapan tersangka AS ini berdasarkan  surat ketetapan nomor: S Tap/37/XI/ Reskrim yang dikeluarkan oleh Polres Tebo tanggal 12 November 2018.

Berdasarkan laporan tersebut maka AS yang berprofesi sebagai petani beralamat di Dusun Pauh Lembak Ilir Rt 04 Desa Tambun Arang resmi ditetapkan sebagai tersangka.

AS terbukti melanggar pasal 406 ayat (1) KUHPidana. Penetapan ini juga diperkuat dengan adanya laporan dari Polsek Sumay nomor : LP/B.27/IX/2018 pada tanggal 07 September 2018 silam. Polisi juga telah mengeluarkan Sprindik nomor Sp.Sidik/85.a/XI/2018.

Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Hendra Wijaya kepada media membenarkan status atas Nama AS warga Desa Tambun Arang kini telah ditetapkan sebagai Tersangka. Hendra meyakini jika penetapan AS sebagai tersangka telah melalui proses pemeriksaan dengan mengumpulkan saksi saksi berikut barang bukti serta  gelar perkara.

"Ya sudah kita lakukan proses pemeriksaan sebelumnya. Saksi sudah kitaintao leteramgan berikut bukti bukti di TKP," kata Hendra meyakini.

Untuk proses selanjutnya pihak Polres terhadap yang bersangkutan bakal dilakukan pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa AS telah terbukti melakukan pengerusakan sejumlah aset milik Pemerintah desa Tambun Arang kec sumay. Kejadian tanggal 07 September 2018 lalu saat pemerintah desa sedang melakukan rapat desa.

Akan tetapi pada saat sedang digelarnya rapat tiba-tiba AS datang mempertanyakan kenapa pihak desa tidak melibatkan ketua BPD pada saat rapat. Saat itulah terjadi perdebatan yang alot hingga terjadinya aksi pengerusakan sejumlah aset milik pemdes Tambun Arang.

Aset yang dinyatakan rusak pada waktu itu satu unit TV tabung dan satu unit Meja Tamu. (red)