google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Pengurus Orik Beri Pembekalan Kepada Mahasiswa Budi Luhur Jakarta

Advertisement


Pengurus Orik Beri Pembekalan Kepada Mahasiswa Budi Luhur Jakarta

Sabtu, 17 November 2018


PORTALTEBO.id - Sekitar 30 orang mahasiswa Universitas Budi Luhur yang bakal melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di lokasi Suku Anak Dalam (SAD) Provinsi Jambi, mendapat pembekalan dari pengurus Yayasan Orang Rimbo Kito (Orik), di kampus Budi Luhur, Jakarta, Sabtu (17/11).

Materi pembekalan ini langsung disampaikan oleh Ketua Yayasan Orik, Ahmad Firdaus Safutra dan Direktur Program, Willy Marlupi.

“Materi yang disampaikan adalah kondisi umum kelompok sasaran, teknik untuk mencapai lokasi, aturan umum yang berlaku dalam komunitas atau masyarakat sasaran dan karakter umum komunitas,”ujar Direktur Program Yayasan Orik, Willy Marlupi, usai memberikan pembekalan kepada mahasiswa Budi Luhur.

“Intinya, kita memberikan semangat kepada mahasiswa sebelum melaksanakan KKN. Jadi mahasiswa yang bakal KKN di lokasi SAD harus siap, siap mental dan siap fisik,” kata Willy lagi.

Sebelum melaksanakan KKN, Willy menjelaskan bahwa para mahasiswa nantinya akan melaksanakan Pra KKN. Pada Pra KKN ini nantinya bisa diketahui kegiatan apa yang relevan bakal dilakukan di tengah komunitas (SAD) dan sesuai dengan jurusan atau tematik KKN.

“Pra KKN ini kemungkinan diikuti oleh perwakilan mahasis, dosen dan pembimbing. Hasil pra KKN ini nantinya dijadikan acuan KKN, “kata dia.

Ditanya kapan dilaksanakan Pra KKN dan KKN, Willy mengatakan, KKN dilaksanakan selama sebulan yang dimulai pada 20 Januari 2019. Kemungkinan Pra KKN sebelum tanggal itu, “kata dia.

Pada sesi tanya jawab saat pemberian materi pembekalan, lanjut Willy, ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh para mahasiswa diantaranya soal lingkungan, pendidikan dan ekonomi.

Selain itu, mahasiswa juga menanyakan terkait program atau kegiatan apa yang meski dilaksanakan di komunitas, dan kondisi masing-masing kelompok yang akan dijadikan lokasi atau tempat KKN.

“Rata-rata yang ditanyakan oleh mahasiswa adalah seputar pengalaman pendampingan yang telah dilakukan selama ini,”ucapnya.

Disinggung dimana saja daerah SAD yang bakal dijadikan lokasi KKN, “Nanti setelah Pra KKN baru kita tentukan. Sekarang baru sebatas pemberian pembekalan kepada mahasiswa, “tutupnya. (p01)