google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Dosen dan Mahasiswa Universitas Budi Luhur ke Tebo, Ini Agendanya

Advertisement

Dosen dan Mahasiswa Universitas Budi Luhur ke Tebo, Ini Agendanya

Rabu, 19 Desember 2018


PORTALTEBO.id - Dosen dan mahasiswa Universitas Budi Luhur, Jakarta, Rabu (19/12/2018), ke Kabupaten Tebo.

“Iya pagi tadi sampai di Tebo. Seorang dosen dan 3 orang mahasiswa, “kata Ahmad Firdaus Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito.

Firdaus menjelaskan bahwa kedatangan dosen dan mahasiswa ini untuk berkoordinasi dengan Yayasan Orang Rimbo Kito terkait rencana Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Budi Luhur di lokasi Suku Anak Dalam (SAD) Kabupaten Tebo. “Kordinasi sekaligus cek lokasi KKN, “kata dia.

Ada dua wilayah SAD yang bakal dijadikan lokasi KKN yakni Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir dan Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir. “Di desa Kilis itu SAD bukit tigapuluh. Di desa Tanah Garo itu SAD bukit duabelas, “jelas Firdaus.

“Ini adalah tindak lanjut dari MoU kita dengan yayasan Budi Luhur di Jakarta beberapa waktu lalu,”katanya.

Diketahui, Yayasan Orang Rimbo Kito (Orik) pada Sabtu (17/11/2018), gelar pertemuan dengan Yayasan Budi Luhur di Universitas Budi Luhur di Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Pada pertemuan ini, Yayasan Orik dan Yayasan Budi Luhur sepakat bekerjsama untuk mengembangkan potensi Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di wilayah Provinsi Jambi khusunya Kabupaten Tebo.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan atau MoU antara Pembina Yayasan Orik, Teguh Suhendro, SH, M. Hum, dengan Yayasan Budi Luhur melalui Universitas Budi Luhur yang diwakili langsung oleh Deputi Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. Wendi Usino, di Universitas Budi Luhur.

Awal kerjasama, Universitas Budi Luhur akan menurunkan tiga kelompok mahasiswanya untuk melakukan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tiga lokasi SAD di Jambi. Sebelum KKN, tiga kelompok ini akan melakukan Pra KKN untuk mengetahui secara detail wilayah, budaya dan tradisi SAD. (red)