LP2LH : Puskesmas Tebo Tengah Bisa Dipidana Paling Singkat 1 Tahun, Denda Paling Sedikit 1 Miliar

Advertisement

LP2LH : Puskesmas Tebo Tengah Bisa Dipidana Paling Singkat 1 Tahun, Denda Paling Sedikit 1 Miliar

Portal
Jumat, 28 Desember 2018


PORTALTEBO.id - Ketua Lembaga Pemantau Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH) Provinsi Jambi, Tri Joko menegaskan bahwa, limbah medis yang dihasilkan rumah sakit, puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) lainnya, harus mendapatkan penanganan khusus. Karena limbah tersebut digolongkan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Joko menjelaskan, pengelolaan Limbah B3 harus dilakukan secara terpadu karena dapat menimbulkan kerugian terhadap kesehatan manusia, makhluk hidup lainnya dan lingkungan hidup.

“Untuk pengelolaan Limbah B3 ini telah diatur pada Permen LHK Nomor 56 tahun 2015,”kata Joko saat dikonfirmasi PORTALTEBO.id terkait ditemukannya limbah B3 berserakan di lingkungan Puskesmas Tebo Tengah, Jumat (28/12/2018).

Ditegaskan dia, jika pihak penghasil limbah B3 tidak menanggani limbahnya dengan benar, maka bisa dikenakan sanksi sesuai Permen LHK Nomor 101 Tahun 2014 tentang pengelolaan limbah.

“Pada Permen ini sudah sangat jelas, bisa dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun. Selain itu denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp3 miliar,”tegas Joko.

Dijelaskan Joko, perusahaan penghasil Limbah B3, baik rumah sakit, puskesmas atau lainnya wajib bertanggungjawab sejak Limbah B3 dihasilkan sampai dimusnahkan (from cradle to grave). Dengan melakukan pengelolaan secara internal dengan benar dan memastikan pihak ke 3 pengelola Limbah B3 memenuhi regulasi dan kompeten.

“Yang jelas penanganan Limbah B3 harus ramah lingkungan. Tidak semuanya dibakar, karena dengan cara itu menghasilkan polusi udara. Kini ada cara pemanfaatannya yang bisa menghasilkan nilai ekonomis. Tapi tentunya penanganan harus dilakukan oleh petugas atau pihak ketiga yang bersertifikasi,”tutup dia.

Diberitakan sebelumnya, sampah atau limbah medis berupa alat-alat kesehatan yang tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3) berserakan di lingkungan Puskesmas Tebo Tengah, Kelurahan Pasar Muara Tebo, Kecamatan Tebo Tengah.

Kuat dugaan, limbah medis tersebut merupakan bekas pakai dari Puskesmas Tebo Tengah yang terkesan sengaja dibuang oleh petugas sebagai pihak penghasil limbah.

Pantauan PORTALTEBO.id Jumat (27/12/2018), limbah medis berupa jarum suntik, jarum infus, botol ampul obat dan lain sebagainya, terkesan dibiarkan berserakan di lingkungan puskesmas.

Mirisnya, tidak dijumpai adanya Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI) Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Terkait hal ini, Kepala Puskesmas (Kapus) Tebo Tengah, Nathaly Grace Pasaribu belum bisa dikonfirmasi. Begitu juga bagian Kesehatan Lingkungan (Kesling) Puskesmas. “Ibu Kapus lagi cuti. Kalo Kesling lagi keluar,”kata salah seorang petugas Puskesmas Tebo Tengah saat dikonfirmasi PORTALTEBO.id. (red)