“TAX GOES TO CAMPUS” di Kampus STIT Tebo

Advertisement

“TAX GOES TO CAMPUS” di Kampus STIT Tebo

Portal
Jumat, 14 Desember 2018


PORTALTEBO.id - Petugas Direktorat Jenderal Pajak bersama mahasiswa dan dosen STIT Tebo, menggelar ‘Tax Goes to Campus’ di Kampus STIT Tebo, Jumat (14/12/2018),

Dengan mengusung tema “Generasi Sadar Pajak, Pahlawan Masa Kini” sosialisasi ini diikuti oleh dosen dan puluhan mahasiswa kampus tersebut.

Pada sosialisasi ini, juga digelar dialog dan diskusi tentang perpajakan antara mahasiswa, dosen dengan petugas pajak.
Salah seorang dosen STIT Tebo, Dr. Suhaimi, M.Pdi dalam sambutannya mengucapkan terimah kasih kepada Direktorat Jenderal Pajak yang telah menggelar kegiatan dialog dan diskusi pajak.

“Saya berharap semoga
dialog dan diskusi ini bisa bermanfaat bagi semua mahasiswa dan para dosen di STIT Tebo, “kata dia.

Petugas pajak yang sekaligus permateri, Satria Fariansyah mengatakan, dengan program “Tax Goes To Campus” ini, diharapkan kepada para mahasiswa sadar akan pajak. “Generasi Sadar Pajak, Pahlawan Masa Kini, “kata dia.

Dijelaskannya, pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara. Dengan membayar pajak sama dengan membantu pemerintah. “Pemerintah bisa membangun infrastruktur, itu dananya dari pajak yang dibayar. Jadi pemerintah sangat butuh akan pajak,“kata dia.

Selain pajak, pembangunan juga disuport dari pinjaman luar negeri dan penjualan sumber daya alam. “Dengan generasi sadar akan pajak, itu berarti generasi meminimalisir dari negara menjual sumber daya alam,”ujarnya.

Ditegaskanya, pengertian dari pajak itu adalah kontribusi wajib kepada  warga negara, dan ini dapat dipaksakan melalui undang-undang dan kontraprestasi langsung.

Pada sesi tanya jawab, salah seorang mahasiswa Ekonomi Syariah STIT Tebo, Daswin mengaku dan sadar kalau dirinya adalah objek wajib pajak.

Dia menanyakan, bagai mana Direktorat Pajak menyikapinya atau menggambil perpajakan dari sosial media seperti youtuber dan selebram, dan bagai mana Direktorat Pajak mengantisipasi tindakan korupsi yang dilakukan oleh oknum Direktorat Pajak.

“Selebram wajib hukumnya membayar pajak. Biasanya dari pihak pajak sendiri mengajak selebram bermitra. Kita ada humas yang mengurus pajak di sosial media. Biasanya kalau berurusan sama selebram lebih mudah,”jawabnya.

“Kalo soal korupsi di Direktorat Pajak, kita sekarang sudah melalui sistim onlain, dan masyarakat yang membayar pajak kita tidak menerimah transaksi langsung. Tapi melalui kantor pos dan via transfer melalui bank,” tutup Satria. (015)