Yayasan Orik Dampingi Mahasiswa Budi Luhur Pra KKN di Wilayah SAD Tanah Garo

Advertisement

Yayasan Orik Dampingi Mahasiswa Budi Luhur Pra KKN di Wilayah SAD Tanah Garo

Portal
Rabu, 19 Desember 2018


PORTALTEBO.id - Dosen pembimbing bersama 3 orang mahasiswa Universitas Budi Luhur, Jakarta, Rabu (19/12/2018), berkunjung ke desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Jambi.

Kedatangan utusan Universitas Budi Luhur ini, untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan dan kelompok Suku Anak Dalam (SAD) di desa tersebut.

Dimana lokasi tersebut nantinya bakal ditempatkan kelompok mahasiswa yang menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik pada 20 Januari 2019 mendatang.

Didampingi Pengurus Yayasan Orang Rimbo Kito (Orik) Tebo, Jambi, rombongan ini langsung disambut oleh masyarakat dan perangkat desa setempat. Begitu juga perwakilan dari kelompok SAD.

“Tanggal 20 Januari 2018 mendatang mahasiswa Budi Luhur KKN disini (lokasi SAD Tanah Garo_red). Hari ini mereka gelar pra KKN,”kata Yarani salah seorang pengurus Yayasan Orik saat mendampingi rombongan Dosen dan mahasiswa Universitas Budi Luhur ke desa Tanah Garo.

Lelaki kurus yang sudah bertahun mendampingi SAD Tanah Garo ini mengatakan, utusan Universitas Budi Luhur merasa terharu atas penyambutan masyarakat dan warga SAD di desa itu.

“Rencana awal ada 3 kelompok mahasiswa yang bakal KKN di lokasi SAD. Namun ada perubahan, hanya dua kelompok dan mereka minta ditempatkan di lokasi SAD Tanah Garo, “kata dia.

SAD Tanah Garo, jelas Yarani, adalah kelompok SAD yang hidup di kawanan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD). Ada beberapa kelopok dan beberapa temenggung (pimpinan kelompok SAD_red) yang tinggal di kawasan TNBD. “Untuk sasaran mahasiswa KKN adalah kelompok dibawah pimpinan Temenggung Nyadap. Ada ratusan Kepala Keluarga (KK) disana, “kata dia.

“Mudah-mudahan mahasiswa KKN ini bisa Berkontribusi untuk kemajuan SAD di Jambi khususnya di Tanah Garo Kabupaten Tebo, “harap Yarani.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Sekretaris Desa Tanah Garo, Hasan. Mewakili masyarakat desa Tanah Garo, dia mengucapkan terimakasih kepada Universitas Budi Luhur yang akan menepatkan mahasiswanya KKN di desanya. “Ini yang pertama kali ada universitas dari Pulau Jawa menempatkan mahasiswanya KKN disini. Mudah-mudahan ini berkelanjutan demi kemajuan desa kami, “kata dia.

Sementara, Dosen pembimbing mahasiswa Universitas Budi Luhur, Aris mengucapkan terimakasih kepada pemerintah desa maupun warga SAD dan Yayasan Orang Rimbo Kito yang telah menyambut kedatangan mereka. “Jujur kami merasa terharu atas penyambutan ini. Bahkan kami difasilitasi dan didampingi hingga bisa sampai kesini, “kata dia.

Melihat kondisi lingkungan dan penyambutan masyarakat setempat, Aris menginginkan dua kelompok mahasiswa bimbingannya yang bakal melaksanakan KKN ditempatkan di Tanah Garo, “Kami sangat tersanjung. Kami menginginkan dua kelompok mahasiswa yang bakal KKN di tempatkan di desa ini. Yang jelas hasil pra KKN ini akan saya kordinasikan sama pihak kampus (universitas Budi Luhur), “harapnya.

Diketahui, sebelumnya Yayasan Orang Rimbo Kito (Orik) pada Sabtu (17/11/2018), gelar pertemuan dengan Yayasan Budi Luhur di Universitas Budi Luhur di Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Pada pertemuan ini, Yayasan Orik dan Yayasan Budi Luhur sepakat bekerjsama untuk mengembangkan potensi Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di wilayah Provinsi Jambi khusunya Kabupaten Tebo.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan atau MoU antara Pembina Yayasan Orik, Teguh Suhendro, SH, M. Hum, dengan Yayasan Budi Luhur melalui Universitas Budi Luhur yang diwakili langsung oleh Deputi Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. Wendi Usino, di Universitas Budi Luhur.

Awal kerjasama, Universitas Budi Luhur akan menurunkan tiga kelompok mahasiswanya untuk melakukan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tiga lokasi SAD di Jambi. Sebelum KKN, tiga kelompok ini akan melakukan Pra KKN untuk mengetahui secara detail wilayah, budaya dan tradisi SAD. (red)