7 Warem yang Didemo Warga Desa Perintis Ilegal

Advertisement

7 Warem yang Didemo Warga Desa Perintis Ilegal

Portal
Rabu, 02 Januari 2019

PHOTO : Facebook Cheroel Ichsan 

PORTALTEBO.id - Sekitar 7 Warung Remang-remang (Warem) yang didatangi ratusan ibu-ibu dan warga Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang, karena diduga melakukan praktek prostitusi, ternyata beroperasi tanpa memiliki izin. Ini dibenarkan oleh camat Rimbo Bujang, Sukiman.

“Warem yang didemo warga desa Perintis tersebut memang tidak ada izin operasional,”tukas Sukiman kepada Serujambi.com (media partner PORTALTEBO.id).
PHOTO : Cheroel Ichsan

Sukiman mengakui bahwa sebelumnya warga desa perintis sudah mengirimkan surat kepada dirinya selaku camat meminta pemerintah menutup warem yang diduga melakukan praktek prostitusi.

“Benar sebelumnya warga meminta agar seluruh warem didesa perintis yang melakukan praktek prostitusi ditutup sebelum masuk tahun 2019 ini, dan surat warga sudah saya teruskan kepada Bupati,” katanya, lagi.

Dirinya juga mengaku sangat mendukung upaya warganya dalam memerangi prostitusi di kecamatan Rimbo Bujang yang dipimpinnya.

“Makanya saat aksi warga tadi unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Rimbo Bujang turut mendampingi warga agar tidak terjadi hal-hal yang melanggar hukum nantinya, karena kita Muspika Rimbo Bujang sangat mendukung upaya pemberantasan prostitusi yang dilakukan warga,”sebutnya lagi.

Ketika disinggung maraknya warem yang melakukan praktek prostitusi di Kecamatan Rimbo Bujang dikarenakan adanya pihak-pihak yang membekingi mereka, dengan tegas dibantahnya.

“Jika memang benar ada staff kecamatan Rimbo Bujang yang membekingi warem praktek prostitusi dan ada buktinya silahkan laporkan ke saya atau ke pak Bupati sekalian biar yang bersangkutan mendapatkan sangsi tegas,”katanya lagi.

Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan ketujuh warem yang didemo warga desa perintis antara lain warem Mak Bora, Ratna, Sis, Kansar, Alex, Eka , Erna dan Agus. (red)