Caleg Golkar Bantah Isu Soal Bantuan Kementan di Teluk Kayu Putih

Advertisement

Caleg Golkar Bantah Isu Soal Bantuan Kementan di Teluk Kayu Putih

Jumat, 11 Januari 2019


PORTALTEBO.id - Budi Herman (BH) menyatakan informasi yang beredar dimasyarakat tidak benar, itu hanya isu yang dimainkan lawan politik. Dirinya sudah melakukan komunikasi dengan pihak PPL desa Teluk kayu putih meminta klarifikasi soal bantuan tersebut. Menurut Budi bahkan dirinya tidak tahu sama sekali kapan bantuan itu diberikan.

Budi Herman membantah keras isu yang menerpa dirinya. Tidak ada sama sekali informasi seperti itu disampaikan petugas penerima bantuan mesin cornplenter dari dinas TPHKP. Hal Itu dijelaskannya sebagai bantuan pemerintah bukan dari bantuan darinya sebagai caleg Partai Golkar dapil 4 ataupun sebagai anggota fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tebo, propinsi Jambi.

" Saya juga baca aturan, ada caleg  yang telah terbukti, didiskualifikasi terkait masalah seperti ini. Kalaupun ada bentuk bantuan caleg ada aturan tertentu, tetapi hanya bisa nilainya dibawa satu juta," jelas Budi Herman (BH) yang dihubungi, Jum'at (11/1/2019).

Dikatakan dia, bahwa sekarang masyarakat sudah sangat cerdas, dan dapat menyerap informasi yang baik dan yang benar. Bahkan terhadap pihak keluarga juga, kata dia, agar jangan menyampaikan informasi sembarangan. Apalagi yang tidak benar memicu hoaks. Apalagi sampai mengaku bantuan pemerintah disebut bantuan pribadinya sebagai calon anggota legislatif pada pemilu 2019. Hal ini perlu diluruskan

" Karena untuk menjadi anggota atau pejabat daerah itu sudah ada kehendak Allah. Kita hanya bisa menjalankan tetapi harus dengan jalan dan cara -cara yang baik dan beretika," katanya.

Sebelumnya warga desa Teluk kayu putih, James menyayangkan adanya isu dimasyarakat bahwa bahwa alat tanam jagung (cornplenter) bantuan kementrian pertanian. Diinformasikan bantuan oknum caleg disana.

" Maka dari itu, saya menyatakan tidak mungkin alat itu bantuan dari oknum caleg tersebut. Saya ingin pastikan apakah ada bantuan dari pemerintah kepada kelompok tani di desa teluk kayu putih ini, itu saja. Tidak etis kalau bantuan pemerintah dikatakan bantuan oknum caleg (anggota dewan)," katanya. (red)