Datangi Kantor Kejari Tebo, Perwakilan PSHT Janji Hormati Proses Hukum

Advertisement

Datangi Kantor Kejari Tebo, Perwakilan PSHT Janji Hormati Proses Hukum

Jumat, 25 Januari 2019


PORTALTEBO.id - Salah seorang perwakilan dari pengurus silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang mengaku kerabat tersangka kasus pencurian buah kelapa sawit milik PT Satya Kisma Usaha (SKU), Jumat pagi (25/01/2019) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo.

Kedatangan perwakilan PSHT tidak lain ingin melakukan koordinasi dengan menanyakan pihak kejaksaan sudah seperti apa proses hukum yang dijalani oleh kedua rekannya tersebut.

Kasi Pidum Kejari Tebo, Haryo Nugroho membenarkan adanya pihak PSHT yang datang ke Kejari. "Mereka silahturahmi saja, intinya proses hukum sedang kita jalani. Mereka menghormati itu," ujar Haryo dikonfirmasi.

Namun pada intinya kata Haryo, pihak PSHT ingin mengetahui proses dan langkah apa saja yang akan dilalui kedua rekannya. "Sekarang sudah tahap pelimpahan ke pengadilan, minggu depan bakal sidang. Kemudian mereka juga berjanji berusaha untuk meminimalisir kehadiran anggota PSHT pada saat persidangan nanti,"kata Haryo lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan massa pengurus silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) gelar aksi demo di kantor PT SKU Tebo Tengah, pada Kamis (18/1/2019). Dalam aksinya massa menuntut agar dua rekannya yang diduga mencuri buah sawit milik PT SKU dibebaskan karena tidak terbukti bersalah.

Aksi massa yang sejak awal sudah memanas, tiba-tiba berubah menjadi anarkis saat perwakilan Humas PT. SKU, Syarifudin Binur memberikan penjelasan bahwasanya tidak dapat membebaskan kedua anggota PSHT.

Aksi saling dorong dan saling pukul pun tak terelakkan. Akibatnya, salah seorang anggota PSHT mengalami patah tangan. Sementara salah seorang anggota kepolisian mengalami mengalami luka pada kepala bagian belakang, dan satu orang scurity PT. SKU mengalami luka robek dibagian pelipis mata. (red)