Dua ASN Terdakwa Kasus Korupsi Embung Sungai Abang Belum Dipecat

Advertisement

Dua ASN Terdakwa Kasus Korupsi Embung Sungai Abang Belum Dipecat

Rabu, 02 Januari 2019


PORTALTEBO.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo telah memecat 9 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Tebo yang tersandung kasus korupsi.

Dari sembilan orang ASN tersebut, tidak termasuk Mantan Kepala Dinas Pertanian, Sarjono yang tersandung kasus korupsi pembangunan Embung di Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo. Begitu juga PPTK pada proyek Embung tersebut yakni Kembar Nainggolan.

“Yang kita pecat ASN korupsi yang sudah ingkrah atau memiliki kekuatan hukum tetap. Kalo Sarjono dan Kembar Nainggolan kasusnya belum ingkrah,”kata Kepala BKPSDM Tebo, Haryadi dikonfirmasi media ini.

Diketahui, Sarjono dan Kembar Nainggolan adalah ASN Tebo yang saat ini adalah terpidana kasus korupsi pembangunan Embung di Sungai Abang, Kecamatan VII Koto.

Sarjono adalah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tebo Sarjono, yang merupalan pengguna anggaran atau pejabat pembuat komitmen. Kemudian Kembar Nainggolan, Kabid Pertanian Tebo selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Selain itu, ada dua orang terpidana lainnya pada kasus tersebut yakni, Faisal Utama selaku kuasa Direktur CV Persada Antar Nusa, dan Jonaita Nasir pemilik proyek pembangunan Embung.

Sekedar mengingatkan, pembangunan embung ini diambil dari anggaran DAK tahun anggaran 2015. Dalam DIPA TPHKP proyek ini senilai Rp 1,8 miliar. Sebelumnya, kasus ini sempat ditangani Polres Tebo.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian Aparatur Sipil Negara (ASN) Tebo yang tersandung kasus korupsi. Hal ini dikatakan langsung oleh Wakil Bupati Tebo, Syahlan Arfan.

“Jumlahnya ada 9 orang. Soal siapa namanya, apa jabatannya dan tanggal berapa SK nya, silahkan tanya langsung ke BKPSDM Tebo, “kata Syahlan dikonfirmasi Gatra.com.

Dikatakan dia, sebelum di berhentikan kesembilan ASN tersebut dipanggil untuk mendapat penjelasan. Dari sembilan yang dipanggil, hanya 6 ASN yang bersedia datang. “Tiga ASN lagi tidak hadir, tidak tahu apa alasannya. Tapi SK pemberhentiannya tetap kita keluarkan, “kata Syahlan lagi.

Ditanya apakah ada yang kenetralan atas pemberhentian tersebut dan apakah ada yang bakal melakukan gugatan, Syahlan menjelaskan, “Soal nurani mereka keberatan. Tapi ini aturannya. Ya kalo ada yang tidak terima atau merasa dirugikan atas SK pemberhentian itu, silahkan gunakan jalur yang semestinya. Kita siap, “kata dia.

Diketahui, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan ribuan pegawai negeri sipil atau aparatur sipil negara (PNS atau ASN) yang terbukti korupsi dan putusannya inkrah, harus segera diberhentikan dengan tidak hormat atau dipecat paling lama pada akhir tahun 2018. Di Kabupaten Tebo, ada 9 orang ASN yang terbukti terlibat kasus korupsi. (red)