google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Dua Orang Anggota PSHT Dihukum 3 Bulan Penjara

Advertisement

Dua Orang Anggota PSHT Dihukum 3 Bulan Penjara

Rabu, 30 Januari 2019


PORTALTEBO.id - Dua anggota perguruan silat Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) yakni, Wardani dan Agus Budiono, terdakwa kasus pencurian buah sawit milik PT Satya Kisma Usaha (SKU), Rabu pagi (30/01) kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Tebo, Jambi.

Pada sidang lanjutan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tebo menuntut kedua terdakwa dihukum 3 bulan penjara. Tuntutan JPU ini sama dengan keputusan majelis hakim atau Conform.

”Conform, tuntutan kita dan putusan hakim sama, yakni kedua terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 3 bulan penjara, “kata Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kasi Pidum Kejari) Tebo, Haryo Nugroho, SH usai persidangan.

Berdasarkan fakta sidang, kedua terdakwa terbukti bersalah telah mencuri buah sawit milik PT SKU. Atas putusan tersebut, kedua terdakwa diberi waktu selama 7 hari untuk pikir-pikir menyatakan banding atau menerima hasil putusan tersebut. “Kita beri waktu satu minggu untuk pikir-pikir, “kata dia.

Sebelumnya, salah seorang perwakilan dari pengurus silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang mengaku kerabat tersangka kasus pencurian buah kelapa sawit milik PT Satya Kisma Usaha (SKU) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo, Jumat pagi (25/1).

Kedatangan perwakilan PSHT tidak lain ingin melakukan koordinasi dengan menanyakan kepada pihak kejaksaan sudah seperti apa proses hukum yang dijalani oleh kedua rekannya tersebut.

“Mereka (perwakilan PSHT) ingin bersilaturrahmi dan ingin mengetahui proses dan langkah apa saja yang akan dilalui kedua rekannya tersebut. Intinya, mereka menghormati proses hukum,” kata Kasi Pidum Kejari Tebo, Haryo Nugroho beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan massa pengurus silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar demo di kantor PT SKU Tebo Tengah, pada Kamis (18/1). Dalam aksinya massa menuntut agar dua rekannya yang diduga mencuri buah sawit milik PT SKU dibebaskan karena tidak terbukti bersalah.

Aksi massa yang sejak awal sudah memanas, tiba-tiba berubah menjadi anarkis saat perwakilan Humas PT SKU, Syarifudin Binur memberikan penjelasan tidak dapat membebaskan kedua anggota PSHT.

Aksi saling dorong dan saling pukul pun tak terelakkan. Akibatnya, salah seorang anggota PSHT mengalami patah tangan. Sementara salah seorang anggota kepolisian mengalami mengalami luka pada kepala bagian belakang, dan satu orang sekuriti PT SKU mengalami luka robek di bagian pelipis mata. (red)