google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Ini 7 Warem Diduga Sarang Prostitusi Yang di Demo Warga Rimbo Bujang

Advertisement

Ini 7 Warem Diduga Sarang Prostitusi Yang di Demo Warga Rimbo Bujang

Rabu, 02 Januari 2019


PORTALTEBO.id - Ratusan warga Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, Rabu (2/1/2019) sekitar pukul 10.00 WIB menyerbu sejumlah warung remang-remang (warem) di jalan 21 desa tersebut.

Pasalnya, warga menduga warem tersebut menyediakan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan menjadi tempat praktek prostitusi.

Aksi warga ini dibenarkan oleh Camat Rimbo Bujang, Sukiman. Dia menjelaskan 7 warem yang didemo warga ini adalah warem ALK, EK, ER, RTN, SS, BR dan FRD.

"Warga meminta agar ketujuh warem tersebut ditutup total,”kata Camat Rimbo Bujang.

Dijelaskan Camat, warga merasa resah atas aktivitas ketujuh warem tersebut. Pasalnya, warga menduga selama ini warem tersebut menyediakan PSK sehingga menjadi warem tersebut tempat praktek prostitusi.

“Kita dari pemerintah kecamatan akan melaporkan hasil aksi warga hari ini kepada Bapak Bupati Tebo,"kata Sukiman.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga yang didominasi oleh ibu-ibu alias emak-emak dari Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang, Rabu (2/1/2019) sekitar pukul 10.00 WIB menyerbu sejumlah warung remang-remang (warem) di jalan 21 desa tersebut. Diduga, warem itu menjadi tempat praktek prostitusi.

Chairul, salah seorang warga menyebutkan, aksi warga Desa Perintis tersebut adalah tindak lanjut dari surat yang dikirimkan oleh warga kepada Camat Rimbo Bujang dan Kepala Kantor (Kakan) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Tebo tahun 2018 lalu.

“Sebelumnya kita sudah minta kepada pemerintah untuk bisa menutup warem yang diduga melakukan praktek prostitusi di desa kami, sebelum tahun 2018 berakhir. Namun, tuntutan kami tersebut diabaikan, sehingga warga sepakat melakukan aksi seperti hari ini,” terangnya kepada serujambi.com (media partner PORTALTEBO.id).

Dikatakannya lagi, jika aksi warga ini tidak juga mendapat respon atau dukungan dari Pemkab Tebo, warga mengancam akan menutup paksa warem tersebut.

“Kesepakatan warga, jika pemerintah tidak menindaklanjutinyo, maka kami warga Desa Perintis yang akan menutup paksa semua warem yang ada di desa kami, karena kami tidak mau desa kami menjadi sarang prostitusi,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, ratusan warga desa Perintis terlihat mendatangi seluruh warem yang diduga sarang prostitusi di jalan 21 Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang. (red)