Ini Penjelasan Dinas PUPR Jambi Terkait Pekerjaan Turap di Mangun Jayo

Advertisement

Ini Penjelasan Dinas PUPR Jambi Terkait Pekerjaan Turap di Mangun Jayo

Rabu, 09 Januari 2019


PORTALTEBO.id - Kepala Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kabid SDA Dinas PUPR) Provinsi Jambi, Agung menjelaskan bahwa, pekerjaan proyek turap di desa Mangun Jayo, Kecamatan Tebo Tengah, mengalami force major.

Meski demikian, kata dia, progress fisik pekerjaan mencapai 73,44 persen. “Sebelum pergantian tahun kemarin kontraknya kita hentikan. Tapi tahun 2019 ini pekerjaannya akan kita lanjutkan kembali, “kata dia dikonfirmasi PORTALTEBO.id, Rabu (09/01/2019).

Ditanya apakah pekerjaan lanjutan akan dilaksanakan oleh rekanan yang sama, dan kapan akan dilaksanakan, Agung menjelaskan, “Penentuan rekanan melalui proses tender. Jadi belum tahu siapa rekanan yang bakal mengerjakan proyek lanjutan nantinya. Untuk tender kita usahakan secepatnya,”kata dia.

Disinggung apa sanksi yang dikenakan kepada rekanan yang tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai masa kontrak, Agung mengatakan, “Kalo sanksi tidak ada karena kategori force major,”singkat dia.

Diberikan sebelum, Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Mangun Jayo, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Ubai Dila bingung dengan ulah rekanan yang mengerjakan proyek turap di pinggir sungai desa tersebut. Pasalnya, hingga saat ini proyek pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi itu, hingga saat ini belum selesai dikerjakan dan terkesan terbengkalai.

Yang membuat dia kesal, saat ini tidak ada satupun pekerja maupun material pekerjaan yang berada di lokasi proyek. “ Tebing sungai sudah dikeruk sampai ke pinggir aspal, namun pekerjaan tidak dilanjutkan. “Kemarin mereka (kontraktor) beralasan kondisi debit air tinggi sehingga tidak bisa bekerja. Sekarang ndak tau apa alasannya, “kata Ubay dikonfirmasi, Selasa kemarin (08/01).

Diungkapkannya, terahir pekerja bekerja pada Desember 2018 lalu. “Hanya bekerja 7 hari, sudah itu di tinggal begitu saja sampai sekarang material bangunan pun sudah tidak ada lagi di lokasi,”kesal dia.

Mewakili warga desa Mangun Jayo, dia berharap kepada Dinas PUPR Provinsi Jambi agar mengingatkan rekanan agar pekerjaan turap tersebut dilanjutkan hingga selesai. “Yang dikhawatirkan tebing sungai longsor dan akan memakan jalan desa. Bahkan rumah warga juga bisa ikut longsor, “kata dia.

“Pihak kontraktor juga terkesan tidak bertanggung jawab atas pekerjaannya. Tebing yang sudah digerus tidak dipasang rambu-rambu peringatan. Jangan sampai ada warga yang menjadi korban baru dipasang rambu-rambu peringatan,”katanya. (red)