Jalan 2 Desa di Kecamatan Muara Tabir Rusak Parah, Sukandar : Setiap Tahun Kita Bangun Bertahap

Advertisement

Jalan 2 Desa di Kecamatan Muara Tabir Rusak Parah, Sukandar : Setiap Tahun Kita Bangun Bertahap

Senin, 21 Januari 2019

FOTO : Kondosi jalan Desa Tambun Arang menuju desa Olak Kemang, Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir.

PORTALTEBO.id - Kondisi jalan rusak di dua desa yakni Desa Olak Kemang dan desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, mendapat tanggapan dari Bupati Tebo, Sukandar, Senin (21/01/2019).

Dia mengatakan jika pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Muara Tabir menjadi salah satu prioritas dia. Bahkan, beberapa tahun belakangan ini Dana Alokasi Khusus (DAK) diarahkan untuk pembangunan jalan di kecamatan tersebut.

“Jalan di Kecamatan Muara Tabir setiap tahun selalu kita bangun. Tahun 2018 kemarin saja kita arahkan anggaran dari DAK sebesar 18 miliar rupiah untuk bangun jalan disana. Tahun sebelumnya juga kita anggarkan 7 milar lebih. Tahun 2019 ini kembali kita anggarkan,”kata Sukandar dikonfirmasi PORTALTEBO.id di Pondopo rumah dinas Bupati Tebo, Senin (21/01/2019).

Sukandar menjelaskan, untuk jalan penghubung antar desa di Kecamatan Muara Tabir mesti dibangun dengan cor semen atau rigid beton. Pasalnya, jalan di kecamatan tersebut adalah wilayah rawan banjir.

Untuk pembangunan jalan rigid beton, jelas Sukandar, anggaran yang digunakan lebih besar dibandingkan pembangunan jalan aspal. “Kalo jalan aspal yang kita bangun disana hanya tahan sebentar, cepat rusak karena terendam banjir. Makanya kita bangun rigid beton dan itu anggarannya sangat besar. Karena kita keterbatasan anggaran, makanya kita bangun secara bertahap, “jelas Sukandar.

Diberitakan sebelumnya, dua desa yakni Desa Olak Kemang dan desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, terisolir akibat kondisi jalan penghubung di dua desa tersebut rusak parah.

“Sekarang kondisinya sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan karena jalannya berlumpur mirip kubangan kerbau saja, “kata Rani salah seorang warga Desa Tanah Garo kepada PORTALTEBO.id, Minggu (20/01/2019).

Dia menjelaskan, dari Desa Olak Kemang menuju Desa Tanah Garo berjarak sekitar 12 Km yang kondisinya rusak parah. “Ada juga dibeberapa desa yang kondisi jalanya rusak parah. Seperti jalan dari Desa Tambun Arang ke desa Olak Kemang, atau dari desa Pintas Tuo ke desa Tanah Garo. Kalo dari desa Tambun Arang ke desa Pintas Tuo jalanya sudah diaspal, “jelas dia.

Untuk itu, Rani minta kepada Pemkab Tebo agar segera memperbaiki jalan rusak tersebut. “Kondisi jalan rusak ini sudah sangat dikeluhkan, namun belum juga diperbaiki. Padahal permintaan untuk perbaikan sudah sering diusulkan. Bahkan pada kampanye Pilkada kemarin, Sukandar-Syahlan berjanji akan memperbaiki jalan kami, “kata dia.

Menurut Rani, kondisi jalan rusak ini sangat mempengaruhi kondosi perekonomian masyarakat. Pasalnya, masyarakat yang mayoritas adalah petani, tidak bisa mengeluarkan hasil kebun mereka. “Kalo lihat buah sawit busuk dipinggir jalan sudah sering nian. Itu tadi masalah, masyarakat ndak bisa mengeluarkan buah sawitnya karena jalanya rusak, “kata dia.

Selain itu, kondisi jalan rusak juga mempengaruhi tingginya harga sembako di dua desa tersebut. “Kalo sudah musim hijan, masyarakat tidak bisa belanja keluar. Untuk bisa makan, mereka terpaksa belanja sembako seadanya. Itupun yang jualan orang dari Kabupaten Batanghari. Mereka berjualan dipinggiran sungai pakai perahu ketek. Jadi wajar saja kalo harganya mahal, “kata dia lagi.

Selain harga sembako, Rani juga khawatir dengan jaminan kesehatan masyarakat. Dia mengatakan jika ada masyarakat yang sakit harus berobat di Puskesmas Pintas Tuo. “Kalo sakit biasa, ya bisa berobat sama dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT). Tapi kalo sudah sakit parah, ya terpaksa berobat ke Puskesmas Pintas Tuo. Karena disana ada tanaga kesehatanya ada. Di Tanah Garo memang ada Puskedes, namun selalu kosong, tidak ada petugasnya, “kata dia.

Terpisah, Indra salah seorang supir ekspedisi mengaku enggan menerima job mengantar barang ke Kecamatan Muara Tabir, khususnya di desa Olak Kemang dan desa Tanah Garo. Alasan dia karena kondisi jalan di dua desa tersebut rusak parah.

"Jalanya parah. Mobil ndak bisa masuk. Kalaupun bisa harus menggunakan mobil dobel kabin meski ndak dijamin bisa melintas," kata dia. (red)