Kadis PMD Tebo Diperiksa Selama 8,5 Jam di Ruang Kasi Pidsus

Advertisement

Kadis PMD Tebo Diperiksa Selama 8,5 Jam di Ruang Kasi Pidsus

Rabu, 16 Januari 2019


PORTALTEBO.id - Kepala Dinas Pemerintahan dan Masyarakat Desa (Kadis PMD) Kabupaten Tebo, Suyadi diperiksa oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus Kejari) Tebo, Rabu (16/01).

Pemeriksaan Kadis PMD ini terkait kasus dugaan mark up harga pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dari Dana Desa (DD) Tahun 2017.

Pantauan PORTALTEBO.id di kantor Kejari Tebo, orang nomor satu di PMD Tebo ini diperiksa secara maraton oleh Pidsus Kejari Tebo dari Jam 10.00 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 18.20 WIB.

Usai diperiksa oleh tim penyidik Kejari Tebo, Suyadi mengaku hanya menjawab kurang lebih 18 pertanyaan dari penyidik. "Kalau tidak salah sekitar 18 pertanyaan tadi yang ditanyakan penyidik kepada saya, pokoknya dibawah 20 pertanyaan, jumlah tepatnya saya lupa,"terangnya saat keluar dari ruangan Kasi Pidsus Kejari Tebo.

Dia mengaku, dirinya dipanggil dan diperiksa sebagai saksi terkait kasus tindak pidana korupsi LPJU yang sedang ditangani oleh Kejari Tebo.
"Saya hanya memberikan keterangan sesuai tugas dan wewenang saya sebagai kepala PMD Tebo, dan ini sudah menjadi resiko dan tanggung jawab saya,"terangnya lagi.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebo Teguh Suhendro melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidus) Tebo Efan Apturedi membenarkan pemeriksaan dan pemanggilan terhadap Suyadi Kadis PMD Tebo terkait LPJU yang sedang ditangani Kejari Tebo. "Seperti yang anda saksikan tadi bahwa kita memanggil dan memeriksa kadis PMD Tebo secara maraton hari ini, dan untuk status yang bersangkutan sampai sekarang ini masih diperiksa sebagai saksi,"terang Efan.

“Untuk lebih jelas, silahkan tanya langsung ke pak Kajari, “kata dia lagi.

Diketahui, penanganan kasus LPJU ini telah dimulai sejak Mei 2018. Selanjutnya, pada Juli 2018 Kejari Tebo meningkatkan status kasus ini ke tahap penyidikan.

Pada kasus ini juga, tim penyidik Kejari Tebo sudah memeriksa lebih dari 300 orang saksi baik itu para Kades, Bendahara desa, Camat dan saksi lainnya terkait kasus LPJU ini. Dan saat ini, pihak Kejari Tebo masih menunggu penghitungan hasil kerugian negara. Setelah itu, pihaknya akan langsung menetapkan tersangka yang terlibat dalam kasus mark up pengadaan LPJU tersebut. (red)