Kejari Tebo Raih Juara 2 Penanganan Korupsi

Advertisement

Kejari Tebo Raih Juara 2 Penanganan Korupsi

Portal
Senin, 14 Januari 2019


PORTALTEBO.id – Prestasi kembali ditorehkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo, kali ini instansi penegak hukum yang dipimpin Teguh Suhendro sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) mendapatkan penghargaan sebagai juara 2 dalam penanganan kasus korupsi dalam wilayah hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi.

Kajari Tebo melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidus) Tebo Efan Apturedi menjelaskan, penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Kajati Jambi Andi Nurwinah kepada Kajari Tebo.

“Alhamdulillah untuk penangan korupsi kita juara 2 untuk semua kejaksaan dalam wilayah hukum Kejati Jambi, piagam penghargaan diserahkan langsung diserahkan oleh ibu Kajati kepada Kajari Tebo dalam rapat kerja kejaksaan se-Provinsi Jambi Minggu kemarin,” terang Efan kepada SeruJambi.com, media partner PORTALTEBO.id, sembari menyampaikan untuk juara 1 diraih oleh Kejari Muara Jambi.

Seperti yang pernah dilansir media ini Selama 2018, Kejari Tebo telah berhasil menyelamatkan kerugian negara sebanyak Rp 1,36 Miliar.

“Untuk penyelamatan kerugian negara dari kasus korupsi yang kita tangani dari ganti kerugian negara dan denda yang dibayarkan oleh terpidana korupsi sekitar Rp 1.369.243.654,” terang Efan.

Saat ditanyai berapa kasus korupsi yang ditangani oleh Kejari Tebo selama 2018, Kasi Pidsus Kejari Tebo ini menjelaskan, ada 2 kasus yang sedang dalam penyidikan, yaitu kasus LPJU yang sedang menunggu hasil audit BPK RI dan kasus PNPM Rimbo Bujang.

“Untuk kasus PNPM sedang pemberkasan untuk dinaikkan ke penuntutan kerugian negara,” jelasnya lagi. Efan juga menyebutkan untuk penuntutan ada 10 kasus korupsi dengan 10 orang terdakwa.

“Yang sudah diputuskan ada 4 kasus dengan 4 orang terdakwa yaitu kasus embung,” katanya lagi.

Ditanya tentang sikap Kejari Tebo terkait tingginya respon masyarakat dalam mengawal penanganan kasus korupsi di Tebo, dengan tegas dikatakannya Kejari sangat senang dengan adanya masyarakat yang berperan aktif dalam penanganan kasus korupsi di Tebo tersebut.

“Tidak menjadi persoalan, malah kita sangat senang dikawal saat bekerja dalam menangani kasus korupsi di Tebo ini,” pungkasnya. (ian/yua/red)