Kontraktor Islamic Center VII Koto Ilir Sebut disuruh PPK Merapikan Pekerjaannya

Advertisement

Kontraktor Islamic Center VII Koto Ilir Sebut disuruh PPK Merapikan Pekerjaannya

Portal
Sabtu, 05 Januari 2019


PORTALTEBO.id - Pihak rekanan kontraktor yang mengerjakan pembangunan Islamic Center Kecamatan VII Ilir mengaku mendapatkan perintah dari pihak PUPR Tebo untuk menyelesaikan pekerjaan Islamic Center tersebut. Hal tersebut dinyatakan oleh Teguh dari PT Nuryta Sari Pratama.

"Kita diminta merapikan pekerjaan yang belum rapi,"ujarnya melalui telpon selularnya kepada serujambi.com (media partner PORTALTEBO.id).

Dikatakannya bahwa secara visualisasi pengerjaan Islamic Center tersebut sudah selesai.
"Visualisasinya sudah selesai 100 persen, yang mana menurut Abang yang belum selesai?,"ujarnya balik bertanya kepada serujambi.com.

Ketika dikonfirmasi kepadanya bahwa hasil temuan serujambi.com dilapangan bukanlah merapikan pekerjaan yang belum rapi melainkan melanjutkan pekerjaan yang belum selesai dikerjakan ditahun 2018 kemarin, seperti pemasangan batu alam, pengecatan dan apakah yang dilakukannya tersebut sudah sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) yang ditandatangani antara pihaknya sebagai rekanan dengan dinas PUPT Tebo, serta apakah yang dikerjakannya sekarang ini tidak melanggar aturan yang berlaku, hingga berita ini diturunkan Teguh tidak menjawabnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ternyata pembangunan Islamic center miniatur Masjid Agung di Kecamatan VII Koto Ilir sudah dibayarkan penuh 100 % kepada pihak rekanan kontraktor. Hal tersebut dinyatakan oleh Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Tebo, Hendri Nora.

"Untuk pekerjaan Islamic Center sudah dibayarkan 100 persen kepada rekanan tanggal 30 Desember 2018 kemaren," terang Hendri Nora kepada Serujambi.com melalui pesan WhatsApp yang dikirimkannya.

Ketika ditanyakan kepadanya apakah pihaknya mengetahui kondisi dilapangan bahwa rekanan kontraktor masih melaksanakan pekerjaan hingga sekarang ini, Hendri Nora berdalih bahwa hal tersebut memang rekanan diminta untuk merapikan pekerjaannya.

"Sudah selesai 100 % pekerjaannya dan memang kita minta mereka merapikan pekerjaannya,"ujarnya lagi.
Namun ketika ditanyakan lagi kepadanya bahwa yang dilakukan oleh kontraktor adalah mengerjakan pekerjaan yang belum dikerjakan dan kondisi nya berbeda jauh dengan Islamic Center yang di Kecamatan Rimbo Ulu, Hendri Nora mengaku tidak tahu.

"Iyo nanti Sayo tanyo Kabid dan Sayo minta Kabid untuk mengecek kondisi dilapangan,"tegasnya.

Pantauan Serujambi.com di website lpse.tebokab.go.id, proyek miniatur Masjid Agung tersebut dikerjakan oleh PT Nuryta Sari Pratama dengan dana APBD Kabupaten Tebo Tahun 2018 hampir Rp 3 Miliar. Proyek itu diawasi oleh CV. Media Teknik Konsultan yang seharusnya sudah selesai dikerjakan ditahun 2018 kemaren. Namun hingga berita ini diturunkan terlihat para pekerja masih mengerjakan beberapa item pekerjaan. (red)