Mahasiswa Kembali Gelar Aksi Di Kampus STIT Tebo, Ini Kesepakatannya

Advertisement

Mahasiswa Kembali Gelar Aksi Di Kampus STIT Tebo, Ini Kesepakatannya

Portal
Sabtu, 12 Januari 2019


PORTALTEBO.id - Setelah menggelar aksi demo pada Minggu lalu (6/01/2019), Sabtu siang ini (12/01/2019) mahasiswa STIT Tebo kembali mengelar aksi demo di kampus mereka.

Kedatangan mahasiswa ini sempat mendapat penolakan dari salah seorang pegawai administrasi kampus itu, namun tidak berlangsung lama. Pasalnya, jelang beberapa lama orasi, Ketua STIT Tebo, Nurhuda, S.Pd, M.Pd, langsung menemui mahasiswa.

Saat itu juga, mahasiswa yang diwakili oleh Suci Ramadan langsung menyampaikan tuntutan mereka diantaranya, menaikan status STIT Tebo menjadi Institut Agama Islam (IAI) Tebo seperti yang telah dijanjikan pihak kampus.


Selain itu, mahasiswa minta kepada pihak kampus untuk membenahi layanan akademik dan manajemen kampus. Menjamin legalitas prodi kampus serta pemenuhan akreditasi prodi tersebut.

Selanjutnya, mahasiswa menuntut pihak kampus melengkapi kekurangan fasilitas, memfasilitasi dan mendukung kegiatan mahasiswa, optimalisasi kinerja dosen dalam perkuliahan, dan menerbitkan kartu tanda mahasiswa dan kartu tanda anggota perpustakaan.

Pihak kampus bersedia memenuhi tuntutan mahasiswa tersebut, namun pihak kampus menuntut agar mahasiswa juga memenuhi hak dan kewajibannya diantaranya, mahasiswa memenuhi kewajiban administrasi dan keuangan, mengikuti dan aktif dalam perkuliahan, menjaga nama baik mahasiswa, dosen dan kampus, serta menjaga etika, sikap yang baik dan sopan.

Kesepakan ini ditandatangani langsung oleh perwakilan mahasiswa yakni Suci Ramadhan dan Putra Hadinata, sementara dari pihak kampus ditandatangani langsung oleh Ketua STIT Tebo Nurhuda, S.Pd, M.Pd dan Ketua Yayasan Drs. Tarmizi, MM langsung menggelar audiensi.

Diberitakan sebelumnya, Minggu tanggal 6 Januari 2019 kemarin, s ejumlah mahasiswa STIT Tebo tuntut janji kampus mereka menaikkan status STIT menjadi Institut Agama Islam (IAI) Tebo. Tuntutan ini disampaikan oleh para mahasiswa saat menggelar aksi demo beberapa hari lalu.

“Iya, hari Minggu (6/1) kemarin kita gelar aksi demo di kampus. Kita menuntut janji pihak kampus untuk menaikan status STIT Tebo menjadi IAI Tebo,”kata Korlap aksi Afnur Al kepada PORTALTEBO.id, Selasa (08/01/2019).

Dijelaskan dia, masiswa merasa sangat kecewa karena hanya dijanji-janjikan serta diimingi-imingi bahwa kampusnya akan naik status menjadi Institut Agama Islam Tebo, “Tapi nyatanya ketika ditanya oleh mahasiswa tidak ada kejelasan dan pembuktian yang bisa meyakini mahasiswa,”kata dia lagi.

Dijelaskannya lagi, tahun lalu pihak kampus sedang proses perubahan status kampus. Dampaknya, mahasiswa baru banyak yang mendaftar karna ada beberapa fakultas baru.

Kalau begini situasi kampus STIT Tebo mau dibawa kemana pendidikan ini, pihak akademik terkesan bermain-main, seolah-olah kampus kami menjadi ladang mata pencarian,”ketus dia.

Mirisnya, lanjut dia, fakultas dan jurusan yang baru di kampus seperti ESY, HPI, HTNI, dan Akuntansi. Sedangkan nomenklatur Kampus masih STIT, “ini jelas kebohongan besar yang dilakukan akademik untuk merekrut mahasiswa baru, “ketus dia lagi.

Menurut dia, masih banyak lagi persoalan kampus yang harus diklarifikasi, agar tidak ada lagi kebohongan dan kesan mengada ada diantaranya, pembenahan struktural kampus, Akreditasi dan Menajemen Administrasi Keuangan yang tidak transfaran dan bahkan proses pembelajaran,

“Diproses pembelajaran, mahasiswa cuma diminta kewajiban tapi haknya tidak terpenuhi, bahkan lucunya proses perkuliahan hanya 3 bulan tapi sudah ujian semester, terus minta uang semester full,”tuding dia.

“Yang jelas kami sangat kecewa dengan aksi hari Minggu kemarin, Ketua STIT Tebo tidak mau menghadapi kami untuk klarifikasi persoalan tersebut. Sudah 3 kali kami audiensi tapi hasilnya Tidak menemui jawaban, ketua STIT Tebo ketakutan,”kata dia.

Terkait hasil aksi protes tersebut pihak  kampus bernegosiasi sama kami untuk memberi tengang waktu untuk menjawab pertanyaan dari kami mahasiswa, dan kami mahasiswa memberikan penegasan bahwa hari Sabtu tanggal 12 Januari 2018, kami sudah menerima bukti dan permasalahan ini sudah bisa diklarifikasi langsung dengan Ketua STIT Tebo. Kalau tidak ada jawaban, kami sepakat untuk aksi besar-besar semua mahasiswa dan mengancam mogok belajar,” tutupnya.(p15)