google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Terlibat Postingan Dengan Bacaleg, Oknum Kepsek Dan Guru Diperiksa Bawaslu

Advertisement


Terlibat Postingan Dengan Bacaleg, Oknum Kepsek Dan Guru Diperiksa Bawaslu

Senin, 14 Januari 2019

PHOTO : Oknum Kepsek dan beberapa guru memenuhi panggilan Banwaslu.

PORTALTEBO.id - Oknum kepala sekolah SDN Sungai Alai beserta guru terlibat posting politik di sosial media (sosmed). Postingan foto bersama dengan mengacungkan jari bersama Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPR RI ini sempat beredar luas disosial media.

Diketahui oknum Kepsek dan guru SDN Sungai Alai Tebo terlihat foto bersama dengan Bacaleg DPR RI RD, IK serta H dari partai politik PPP. Diketahui Bacaleg RD merupakan mantan kepala dinas pendidikan Provinsi Jambi dan di kabupaten Bungo. Laporan ini merupakan petunjuk dari Bawaslu Provinsi Jambi untuk segera ditindaklanjuti oleh Bawaslu Tebo.

"Kasus ini sekarang sudah masuk ke Gakumdu Tebo untuk kita teliti apakah ada unsur pelanggaran atau tidak. Kalau ada unsur pasti kita berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku," terang Ketua Bawaslu Tebo, Parida kepada sejumlah media, Senin (14/01/2019).

PHOTO : Screenshot phostingan oknum guru dengan Caleg DPR RI.

Bawaslu beserta tim Gakumdu Tebo sudah memanggil oknum Kepsek dan guru untuk meminta klarifikasi temuan dan pelanggaran tersebut. Dalam sidang pleno klarifikasi Tim gakkumdu Bawaslu Tebo, kata Parida dijelaskan bahwa semua ASN tidak diperbolehkan terlibat dalam bermain politik, baik memposting foto maupun mengkampanyekan salah satu bakal calon legislatif maupun paslon presiden.

"Hal ini tentu menyalahi aturan PKPU dan aturan Bawaslu dalam mengkampanyekan hal ini, karena masing-masing guru yang dipanggil ini akan semua diperiksa"ucap Parida.

Adapun jumlah ASN yg diperiksa tersebut berjumlah 6 orang satu diantaranya kepala sekolah SD itu sendiri dan 5 diantaranya para guru pegawai negeri sipil.

Parida juga menambahkan semua ASN ini terus diperiksa dan diklarifikasikan secara menyeluruh, karena apabila hal ini terbukti nantinya kasus ini akan diteruskan sesuai aturan dan perundang undangan yang berlaku.

"Secara aturan ini sudah menyalahi aturan karena ASN tersebut berani mengkampanyekan di media sosial, dengan demikian hal ini akan diteruskan secara Gakumdu, apabila pelajaran ini tidak diindahkan maka tim akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan hukum,"tegasnya.

Upaya ini dimaksudkan dapat memberikan efek jera bagi para ASN di Tebo yang terlibat politik maupun memposting salah satu bakal calon legislatif DPRD kabupaten, provinsi maupun DPR RI.

Sementara itu keterangan Kepala Sekolah SDN 115 Sungai Alai, Syafda Winata dalam keterangannya mengatakan bahwa benar ada kunjungan salah satu bakal calon legislatif dari provinsi ke sekolahnya. Dirinya mengakui pihaknya diajak makan bersama dan duduk bersama bahkan berfoto bersama.

"Ada kunjungan bakal calon legislatif RI kayak mantan Kepala Dinas Pendidikan Jambi dan Kepala Dinas di Kabupaten Bungo dulunyo, mendatangi sekolah serta menanyakan tentang pendidikan dan buku disekolah kami, bahkan mengajak makan sate bersama-sama"ujarnya.

Syafda menambahkan dirinya tidak tahu terjadi hal seperti ini karena kunjungan tersebut datang secara mendadak khususnya Bacaleg DPR RI tersebut.

"Kami tidak tahu Bacaleg tu datang kesekolah nemuin pihak guru dan bermaksud seperti itu "tutupnya. (red)