google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Keluarga Fahri Merasa Tidak Pernah Menyerahkan Lahan ke PT. TPIL

Advertisement


Keluarga Fahri Merasa Tidak Pernah Menyerahkan Lahan ke PT. TPIL

Rabu, 20 Februari 2019

Ilustrasi/net

PORTALTEBO.id - Warga Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Fahri merasa tidak pernah menyerahkan lahan ke PT. Tebo Plasma Inti Lestari (TPIL).

Namun, lahan seluas 2 Ha yang dimiliknya sebelum perusahaan berdiri, tiba-tiba telah dimitrakan sama perusahaan perkebunan sawit tersebut.

Hal ini tentu saja membuat keluarga besar Fahri kaget dan heran. Pasalnya, lahan yang telah bersertifikat itu tanpa sepengetahuan dia dan keluarganya, saat ini statusnya telah dimitrakan dengan perusahaan (PT TPIL) untuk dijadikan lahan perkebunan sawit.

Yang lebih anehnya lagi, pada surat bukti penyerahan lahan tidak ada sama sekali tanda tangan Fahri maupun tanda tangan dari pihak keluarganya.

“Jadi kan aneh, kok tiba-tiba lahan bapak saya sudah dimitrakan sama perusahaan. Padahal bapak saya merasa tidak pernah menyerahkan lahan tersebut untuk dimitrakan, “kata anak pemilik lahan,  Fahmi yang mengaku jika orang tuanya sudah almarhumah.

Duakui Fahmi jika persoalan ini telah disampaikannya kepada pihak perusahaan maupun pihak Koperasi. Namun dirinya hanya dijanjikan akan dipertemukan sama pihak yang menyerahkan lahan dengan pihak penerima lahan.

Namun kata dia, pertemuan yang dijanjikan oleh pihak Koperasi pada bulan November 2018 lalu, hingga sekarang tak kunjung dipertemukan. “Setiap ditanya sama pihak koperasi kapan saya akan dipertemukan dengan pihak yang menyerahkan lahan dan pihak penerima lahan, selalu saja dijanjikan secepatnya. Kenyataan sampai sekarang belum juga dipertemukan, “kata dia.

Untuk itu, Fahmi minta kepada pihak perusahaan dan koperasi agar segera menyelesaikan persoalan ini. Apalagi lahan yang telah diserahkan tanpa sepengetahuan almarhum orang tuanya itu, adalah lahan yang selama ini tempat dia dan orang tuanya bergantung hidup.

“Lokasi lahan orang tua saya di afdeeling 5 Km 4 Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, “katanya.

Terkait hal ini, Ketua Koperasi TPIL, Rawija dikonfirmasi mengakui adanya persoalan lahan tersebut. Namun, kata dia, lahan itu sudah diserahkan oleh M. Rusli kepada PT TPIL untuk dimitrakan. “Rusli juga sudah almarhumah,”kata dia.

Rusli, lanjut Rawija, mendapatkan lahan tersebut dari warga berinisial SF yang hubungannya adalah paman Fahmi. “Surat bukti kepemilikan SF ada, bahkan itu di sahkan oleh pihak kecamatan. Jadi penyerahan lahan tersebut ke perusahaan sudah sesuai prosedur dan bukti kepemilikan yang lengkap, “jelas dia.

Ditanya jika pihak koperasi berjanji akan mempertemukan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan ini, diakui Rawija. “Kemarin waktu Fahmi minta di pertemukan sama pihak-pihak yang terkait, orang tua saya lagi sakit keras. Ini baru saja selesai tujuh hari orang tua saya. Jadi memang kondisinya belum bisa mempertemukan mereka, “kata dia.

“Yang jelas persoalan ini akan dicari solusinya. Fahmi sebagai anak kandung almarhum Fahri akan kita undang secara resmi pakai surat. Begitu juga SF dan pihak lainnya. Kita undang untuk duduk bersama menyelesaikan masalah ini, “pungkasnya. (red)