Ini Penjelasan Pendampingan Terkait Keluhan Penerima PKH di Sumay

Advertisement

Ini Penjelasan Pendampingan Terkait Keluhan Penerima PKH di Sumay

Selasa, 19 Februari 2019


PORTALTEBO.id - Dari empat orang pendamping, salah satu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Sumarni mengungkapkan ada ratusan penerima PKH yang berada di daerah pinggiran hingga saat ini belum menerima program tersebut.

Dijelaskannya, ada beberapa faktor atau penyebab penerima PKH belum menerima bantuan tersebut, salah satunya karena data nama dan alamat atau bay name bay adress yang belum terdaftar di pusat.

Penyebab lainnya, jelas dia, penerima PKH mengalami kasus saldo 0 (nol) atau saldo di buku rekeningnya kosong, sehingga batuan tersebut tidak bisa masuk ke nomor rekening penerima.

“Sepeti di desa Punti Kalo, Kecamatan Sumay, sampai sekarang masih ada sekitar 12 orang yang dari awal belum menerima bantuan PKH,”kata dia mencontohkan.

Meski demikian, Sumarni mengaku jika saat ini dirinya bersama pendamping lainnya akan memproses hal tersebut sesuai prosedur, “Ini akan di crosscek ulang dengan pendamping yang lain,*kata Sumarni yang mengaku baru tahun 2018 kemarin menjadi pendamping PKH di Kecamatan Sumay.

Terkait berita sebelumnya soal keluhan beberapa penerima PKH Kecamatan Sumay yang hingga saat belum menerima bantuan tersebut, Sumarni mengatakan jika dirinya akan segera berkoordinasi bersama pendamping yang lain. “Di Kecamatan Sumay ada 4 orang pendamping PKH, termasuk saya. Setahu saya ini masalah lama. Namun tetap akan kami crosscek kebenarannya,”kata dia.

Diberitakan sebelumnya, hingga akhir Februari 2019, para penerima program keluarga harapan (PKH) di Kacamatan Sumay, Kabupaten Tebo belum menerima hak-hak keuangannya. Pasalnya, hingga kini, uang di rekening mereka masih kosong atau belum terisi.

“Sudah kami cek ke bank BRI, tapi duitnya (saldo) kosong, “kata salah seorang penerimaan PKH Kecamatan Sumay, Yusnita pada PORTALTEBO.id, Selasa (19/02/2019).

Diakuinya dari tahun 2013 hingga tahun 2017 lalu dirinya selalu menerima bantuan PKH tersebut, namun selama tahun 2018 hingga akhir Februari 2019 ini, dirinya bersama beberapa penerima PKH tak kunjung menerima bantuan tersebut.

“Sebelumnya kita cairkan atau kita ambil dari kantor pos, tidak ada masalah selalu kita terima tepat waktu. Sejak dialihkan ke rekening bank, sejak itu kita tidak pernah lagi menerima dana bantuan itu. Setiap dicek ke bank, saldonya selalu kosong, “kata dia.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Roslaini beserta penerima PKH lainnya. Untuk itu, dia berharap agar ada penjelasan dari pendamping atau panita PKH terkait hak yang belum diterima mereka. “Bantuan PKH itu sangat bermanfaat bagi keluarga saya,”kata dia.

Diketahui, Program Keluarga Harapan yang selanjutnya disebut PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Ini sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan. (red)