Sejumlah ASN Tebo Ngaku belum Terima TPP. Ini Penjelasan Bakeuda

Advertisement

Sejumlah ASN Tebo Ngaku belum Terima TPP. Ini Penjelasan Bakeuda

Jumat, 01 Februari 2019


PORTALTEBO.id - Hingga Jumat (01/02/2019) sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tebo mengaku belum menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Padahal, Pemkab Tebo sebelumnya sudah berjanji mulai Januari 2019 bakal memberikan TPP sebagai insentip kinerja ASN.

Salah satu ASN di Setda Tebo yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan mengaku bahwa hari ini tepat tanggal 1 Februari belum menerima TPP. "Ini sudah 1 Februari, tapi kami belum terima," kata dia yang mengaku tidak tahu kapan TPP dicairkan.

Dia berharap jika memang TPP itu diberikan ke ASN sudah pasti jadi nilai plus yang ia terima. Kendati dalam prosedur penilaian kinerja mempengaruhi besaran TPP, ia tetap menjalankan amanah sebagai ASN dalam kedisiplinan kerja.
"Insyaallah kalau ada tambahan penghasilan, motivasi kerja jadi terpacu," ungkapnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tebo, Nazar Efendi saat dikonfirmasi wartawan soal kepastian kapan TPP dicairkan, Nazar bilang setiap bulan antara tanggal 1 hingga 10.

"Berdasarkan Peraturan Bupati Tebo No 77 Tahun 2019 Tentang Tambahan Penghasilan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkup Pemerintahan Kabupaten Tebo, itu kita bayarkan tiap bulan antara tanggal 1 hingga 10," terang Nazar.

Jadi lanjut Nazar pencairan TPP masih ada waktu hingga tanggal 10 nanti. Pihaknya juga tentu masih menunggu laporan kinerja ASN ditiap OPD. "Hasil kinerja itu tiap atasan yang menilai. Nanti bisa kita lihat berapa persen kinerja kehadiran dan kerjanya," kata Nazar lagi.

Disinggung soal SKP online yang wajib diserahkan oleh pemerindah daerah sebagai syarat penerimaan TPP, sejauh ini Nazar tidak memantau. "Kalau soal SKP bukan kapasitas saya, itu ke BKPSDM yang menginput," sebut Nazar.

TPP juga kata Nazar berbeda dengan gaji, kalau gaji dibayar dulu baru kerja sedangkan TPP kerja dulu baru dibayar. "Rasanya kalau full dak mungkin, pasti ada pengurangan," sebutnya.

Untuk diketahui, tahun 2019 ini Pemkab Tebo sudah menganggarkan kebutuhan TPP bagi ASN sebagai penghasilan tambahan sebesar Rp 72 miliar lebih. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan kedisiplinan, motivasi kerja dalam mewujudkan profesional kerja ASN sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan ASN. (red)