Warga Tebo Dilaporkan Warga Jambi Ke Polresta Jambi

Advertisement

Warga Tebo Dilaporkan Warga Jambi Ke Polresta Jambi

Portal
Minggu, 17 Februari 2019


PORTALTEBO.id - Resti (24) Salah seorang warga Kota Jambi, Hari ini, Sabtu (16/2) Resmi melaporkan NA (22) warga Tebo ke Polres Kota Jambi. Adapun pelaporan ini terkait dugaan penipuan penanaman modal yang dijanjikan keutungan sebesar 30%.

"Awal kejadian ini sekitar  November lalu. NA menghubungi saya lalu bertanya mau duit dak? trus ia ceritakan kalau ikut nanam modal bisa untung sebesar 30%.  Kamu tak usah khawatir karena bos saya ini punya banyak usaha (orang kaya-red)." Kata Resti, Menirukan rayuan NA waktu itu memaparkan pada media ini paska membuat laporan.

Kemudian lanjut Resti, karena  tertarik akhirnya dia mentransfer ke rekening NA sekitar Rp2 juta dan terbukti seminggu kemudian uangnya dikembalikan Nola via transfer sekitar Rp2 juta lebih.

Singkat cerita, NA kemudian kembali merayunya agar tanam modal lebih besar dan ketika nilai modal yang ditanam mencapai 38 juta disitulah mulai muncul masalah karena NA kemudian tak kunjung mengembalikan uang.

Sewaktu ditanyakan, Kata Resti, NA selalu berdalih mulai dari alasan uang masih di bank hingga belum dikirim oleh si Bos. Begitulah, Hingga bulan ini uangnya tak kunjung dikembalikan.

"NA justru mengancam kalau tidak senang silahkan lapor polisi karena dia tidak takut bahkan siap akan memenjarakan saya. Menurut saya itu aneh sekali karena yang jadi korban disini saya kok saya malah mendapat ancaman? Karena dinilai sudah tak ada niat baik makanya hari ini kami resmi melaporkan NA," Pungkas Resti.

Ahmad Muhajir, Pria yang mendampingi Resti atau kuasa hukumnya menambahkan, Kenapa ini dilaporkan supaya korban tak banyak berjatuhan dan kasus ini bisa segera di tindak lanjuti.

"Korban dugaan penipuan NA ini sudah ada lima orang yaitu Rs, Wi, We, No, Ro. Namun jumlah tersebut bisa saja bertambah dengan nilai kerugian mulai dari jutaan hingga puluhan juta per orang. Kita laporkan supaya penegak hukum kooporatif dan tidak ada lagi yang jadi korban," tegas Muhajir.

Menurut info yang di peroleh kasus nyaris serupa baru-baru ini atau pekan lalu pernah juga ditangani Polresta Jambi.

"Mirip-miriplah, Jumlah korban sekitar 30 orang dengan kerugian sekitar 600 juta. Pelaku sudah kita amankan," ujar kepolisian di Polresta Jambi saat awak media ini melihat proses pelaporan yang dilakukan Resti.

Merujuk surat tanda penerima laporan (STPL) yang dikeluarkan Polres Kota Jambi, Laporan ini masuk dugaan tindak pidana UU No.11 tahun 2008 tentang internet dan transaksi elektronik (ITE).

"Namun tidak menutup kemungkinan bisa jadi pasal berlapis karena ada dugaan  penipuan, penggelapan dan pengancaman juga"pungkas Muhajir, Kuasa hukum Resti. (red)