Disinyalir, Pasien BPJS di Puskesmas Teluk Lancang Dipungut Biaya Kebersihan

Advertisement

Disinyalir, Pasien BPJS di Puskesmas Teluk Lancang Dipungut Biaya Kebersihan

Jumat, 01 Maret 2019


PORTALTEBO.id - Pasien BPJS yang berobat di Puskesmas Teluk Lancang, Kecamatan VII Koto, disinyalir dipungut biaya kebersihan sebesar Rp.50 ribu per pasien. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang keluarga pasien, Tukdi.

“Kemarin, waktu istri saya (Murni) berobat ke puskesmas itu dikenakan biaya 50 ribu oleh pihak puskesmas. Alasannya untuk biaya kebersihan, “kata Tukdi, beberapa waktu lalu.

Tukdi mengaku jika permaslahan itu sudah dilaporkannya ke Kepala Desa setempat. Dia juga mengaku enggan untuk berobat kembali ke puskesmas tersebut. “Sudah dipungut biaya kebersihan, obatnya juga tidak ada. Alasannya sudah 5 bulan ini puskesmas kekurangan stok obat, “kata dia.

Untuk saat ini, kata dia, warga yang sakit lebih memilih untuk berobat ke kabupaten tetangga,”Berobat ke Pulau Mainan, Kabupaten  Dharmasraya,”kata dia lagi.

Terkait pungutan biaya kebersihan kepada pasien BPJS ini dibenarkan oleh salah seorang petugas Puskesmas Teluk Lancang, Zumna. “Iya kemarin maunya kita pasien dibebankan biaya kebersihan. Tapi sekarang kita hentikan karena pasiennya keberatan, “kata Zumna yang mengaku pegawai bagian penyuluh pada puskesmas tersebut, Jumat (01/03/2019).

Diakui Zumna jika pihak keluarga pasien yang keberatan atas pungutan biaya kebersihan tersebut sudah mendatangi puskesmas. “Telah kita bicarakan baik-baik dengan pihak keluarga pasien, dan ini sudah tidak ada masalah lagi,” kata dia.

Kembali diakui Zumna jika selama ini biaya kebersihan dipungut dari pasien umum. Namun, kata dia, dikarenakan kurangnya jumlah kunjungan pasien membuat pihaknya mengbil kebijakan membenahi biaya kebersihan dari pasien BPJS. “Tapi sekarang sudah kita stop. Tidak ada lagi biaya yang dibebankan kepada pasien untuk biaya kebersihan, “tutupnya.

Kepala Desa Teluk Lancang kepada PORTALTEBO.id juga membenarkan atas pungutan tersebut. Namun, kata Kades, persoalan ini tengah ditanggani pihak desa untuk dicari solusinya. “Ini kita lagi mempertemukan pihak puskesmas dan keluarga pasien. Kita musyawarahkan seperti apa solusi terbaiknya,” kata Kades.

Kades juga mengatakan jika personal ini nantinya akan di musyawarahkan di tingkat desa. “Nanti akan kita undang toko masyarakat, tokoh agama dan tua tengganai. Ini untuk mencari solusi terbaik bagi kita semua, “katanya. (red)