DTPH dan KP Tebo Ajak Petani Ikut Asuransi Pertanian

Advertisement

DTPH dan KP Tebo Ajak Petani Ikut Asuransi Pertanian

Rabu, 27 Maret 2019


PORTALTEBO.id - Usaha di sektor pertanian khususnya usaha tani padi cukup berisiko mengalami gagal panen. Salah satu penyebab gagal panen ini adalah perubahan iklim seperti banjir, kekeringan dan lainnya.

Agar para petani padi merasa nyaman dan tidak ragu turun ke sawah, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Ketahanan Pangan (DTPH dan KP) Kabupaten Tebo mengajak para petani untuk ikut asuransi pertanian atau Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang telah diprogramkan oleh pemerintah pusat. Hal ini dikatakan langsung oleh Kapala DTPH dan KP Tebo, Muhammad Ziadi, SP., M.Si, Rabu (27/03/2019).

“Asuransi ini sangat menguntungkan petani padi. Apalagi ada subsidi premi yang diberikan pemerintah pada petani yang mengikuti asuransi ini,” kata M. Ziadi pada PORTALTEBO.id.

Seperti yang terjadi dengan petani padi di Pengentingan, Kecamatan Tebo Ilir. Ada sekitar 37 hektare sawah mengalami fuso karena terlalu lama terendam banjir. “Karena petaninya ikut asuransi, kerugian mereka diganti. Dan ganti rugi itu langsung dikirim oleh pihak asuransi ke rekening petani, bukan ke kita,” kata dia.

Namun, kata M. Ziadi saat ini kesadaran petani untuk ikut asuransi masih kecil. Pasalnya, dari sekitar 2.000 hektar sawah yang digarap oleh petani, baru 400 hektar yang mengikuti asuransi.

Padahal, kata dia, asuransi pertanian ini telah disubsidi oleh pemerintah. “Kalo ikut asuransi mandiri, premi yang harus dibayar petani sebesar Rp180 ribu per hektar. Karena disubsidi, petani hanya membayar premi sebesar Rp36 ribu per hektar. Kalo tahun berikutnya belum tahu apakah masih disubsidi atau tidak,” katanya.

“Makanya kita menganjurkan petani ikut asuransi terutama petani yang sawahnya berada di daerah rawan banjir,” kata dia lagi.

Sejauh ini, M. Ziadi menilai tidak ada kendala baik dalam klaim maupun dalam pembayaran premi. Namun hal penting adalah petani mau mengasuransikan sawah mereka. (red)