google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Lembaga Lingkungan Sorot Penanganan Sampah di Tebo

Advertisement

Lembaga Lingkungan Sorot Penanganan Sampah di Tebo

Senin, 04 Maret 2019


PORTALTEBO.id - Lembaga Pemantau Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH) sorot penanganan sampah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo.

Pasalnya, berdasarkan pengamatan lembaga yang fokus terhadap lingkungan ini, dibeberapa Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS), diduga tidak ditemukan adanya proses mengunakan sistem 3R yang telah ditetapkan oleh kementerian dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia (Permen LHK RI) Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle Melalui Bank
Sampah. Ini dikatakan langsung oleh Ketua DPD LP2LH Tebo, Hary Irawan.

Pedoman 3R dijelaskan Hary, adalah Reduce, Reuse dan Recycle. Reduce, mengurangi sampah dengan mengurangi pemakaian barang atau benda yang tidak terlalu dibutuhkan. Reuse, memakai dan memanfaatkan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai menjadi sesuatu yang baru, dan Recycle adalah mendaur ulang kembali barang lama menjadi barang baru.

“Hasil observasi kita di beberapa TPA, sampah hanya dibiarkan saja menumpuk tanpa ada pengolahan, “kata Hary pada PORTALTEBO.id, Senin (04/03/2019).

Selain itu kata Hary, Pemkab Tebo juga diduga mengindahkan Peraturan Presiden (Perpres) No.97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (Jakstranas).

“Dalam waktu dekat ini kita akan menanyakan kepada Pemkab Tebo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) soal dokumen Jakstrada. Apakah Tebo sudah punya strategi penanganan sampah susuai Perpres Jakstranas,”kata Hary.

Diakui Hary jika persoalan sampah di Kabupaten Tebo saat ini belum begitu menjadi sorotan masyarakat. Namun, kata dia, persoalan sampah sudah menjadi masalah ditingkat nasional. “Jangan sampai persoalan sampah ini menjadi masalah di Tebo,” kata dia.

Beberapa waktu yang lalu, Kepala Bidang Kebersihan di Dinas LH Kabupaten Tebo, Bunyamin mengaku jika saat ini Kabupaten Tebo belum melakukan penanganan sampah secara spesifik. “Selama ini sampah kita angkut dan kita tumpukan di TPA. Kalau sudah menumpuk si TPA, baru kita doser,” kata dia.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala DLH Tebo, Eko Putra. Dia membeberkan jika saat ini Kabupaten Tebo memiliki 4 lokasi TPA yakni di Kecamatan Tebo Tengah, Rimbo Bujang, Tebo Ilir dan Rimbo Ilir.

Eko mengakui jika di empat lokasi TPA ini belum dilengkapi fasilitas pengelolaan. “Kalau sampahnya sudah menumpuk, paling kita sewa alat berat untuk didoser. Kalo untuk pengolahan memang belum ada,”ujar Eko. (red)