Pemilu Semakin Dekat, Ihsan Yunus: PILIH Calon Yang Pancasilais!

Advertisement

Pemilu Semakin Dekat, Ihsan Yunus: PILIH Calon Yang Pancasilais!

Portal
Minggu, 17 Maret 2019


PORTALTEBO.id - Ihsan Yunus, anggota DPR dari Komisi VI, Fraksi PDIP, Dapil Jambi, melakukan fungsinya sebagai anggota MPR dengan melangsungkan acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Selasa, 12 Maret 2019 lalu.

Acara ini dihadiri warga juga beberapa tokoh masyarakat yang dituakan di Sungai Gelam.

Dalam menghadapi pemilihan umum legislatif dan presiden yang tinggal satu bulan lagi, Ihsan Yunus, yang kembali bertarung untuk masuk ke Senayan pada April nanti, mengingatkan masyarakat untuk kritis sebelum memilih para calonnya nanti baik legislatif (caleg) maupun presiden (capres).

Baginya, memilih calon yang pancasilais adalah harga mati. “Nanti pada April 2019 pilihlah calon yang memang seorang pancasilais. Siapa dia? Dia dalah calon yang dalam kampanyenya memang fokus pada capaian dan rencana konkritnya untuk rakyat. “Bukan yang sibuk memecah belah, menyebarkan isu yang jauh dari fakta atau fokus mencari kejelakan calon lain,” ujarnya.

Bagi Ihsan, kualitas personal seorang calon terpancar dari sejauh mana kampanye hitam menjadi pilihan seorang caleg. “Saya tegaskan, masa kampanye itu adalah periode di mana kualitas intelektual dan moral seorang calon, legislatif maupun presiden, terlihat. Kalau memang dia seorang pancasilais, dia percaya bahwa kompetitornya bukanlah musuhnya. Tapi dia percaya kompetitornya dalam pemilihan hadir sebagai pemicu dirinya untuk bekerja lebih baik lagi untuk rakyat,” kata Ihsan.

“Seorang calon yang pancasilais itu percaya nilai-nilai gotong royong yang jadi inti Pancasila. Ini berarti menjadikan perbedaan sikap dan pilihan politik bukan sebagai pemicu untuk memecah-belah tapi sebagai cara untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing. Kalau ada calon yang dalam kampanyenya menawarkan visi dan misi baik, kenapa pula harus dimusuhi dan bukannya dijadikan pembelajaran agar siapapun yang terpilih akan membawa apa yang baik tadi,” tambah Ihsan lebih lanjut. (red)