Petugas KTP-el Rimbo Bujang Datangi Warga Yang Memiliki Keterbatasan Fisik

Advertisement

Petugas KTP-el Rimbo Bujang Datangi Warga Yang Memiliki Keterbatasan Fisik

Portal
Sabtu, 09 Maret 2019


PORTALTEBO.id - Kekurangan perangkat atau fasilitas perekaman data untuk pembuatan KTP-el sudah terjadi hampir disetiap daerah, termasuk di Kabupaten Tebo.

Meski demikian, kendala tersebut tidak mengurangi semangat petugas untuk melayani warga yang hendak melakukan perekaman data. Seperti yang dilakukan oleh petugas perekaman KTP-el di Kecamatan Rimbo Bujang.

Dengan keterbatasan perangkat, petugas perekaman data KTP-el di kecamatan tersebut tetap bersemangat melakukan perekaman data kependudukan.

Bahkan petugas perekaman KTP-el ini harus melayani warga yang hendak merekam data di luar jam kerja atau jam dinas.

“Untuk alat (perangkat) memang terbatas, jadi ndak bisa tiap hari melakukan perekaman. Kami bisa rekam ketika kantor sudah tidak ada perekaman, dikarenakan kamera cuma satu,”kata salah seorang petugas perekaman data KTP-el Kecamatan Rimbo Bujang.

Petugas yang diketahui bernama Jhani Ronal dan Eko Nesrianto ini, tak jarang harus turun langsung ke desa-desa untuk melakukan perekaman data bagi warga yang memiliki keterbatasan.

Bahkan, baru-baru ini kedua petugas tersebut melakukan perekaman data warga yang memiliki keterbatasan, seperti kondisi fisik lumpuh, keterbelakangan mental, dan warga dengan kondisi tubuh tidak berkembang.

“Ada 6 warga yang terpaksa kita datangi ke rumahnya. Karena dengan kondisi fisiknya, ndak memungkinkan warga tersebut datang ke kantor untuk melakukan perekaman data,” kata petugas ini sambil menjelaskan bahwa lokasi perekaman yang dilakukan di Jalan Teuku Umar dan Jalan WR. Supratman, Kelurahan Wirotho Agung.

Apa yang dilakukan oleh kedua petugas perekaman data respon positif dari Dinas Dukcapil Tebo,” Kita sangat terima kasih sekali sama kedua petugas itu. Jujur, ini sangat membantu kita,” kata Bekti Fery Densi, Kabid Capil Dinas Dukcapil Tebo, Sabtu (09/03/2019).

Fery mengatakan, apa yang dilakukan oleh kedua petugas perekaman data atau operator KTP-el tersebut adalah inisiatif mereka sendiri. “Ini membuktikan jika mereka peduli dengan penduduk yang memiliki keterbatasan,“kata Fery lagi.

Fery menjelaskan, dari 12 kecamatan di Tebo, baru Kecamatan Rimbo Bujang yang berinisiatif bekerja dihari libur dan datang langsung ke rumah warga untuk melakukan perekaman data, “Padahal tidak diminta oleh Dinas Dukcapil, mereka bekerja sendiri. Semoga ini diikuti oleh petugas di kecamatan lain. Terus semangat dan kerja dengan iklas ya,“tutupnya. (red)