Ratusan Warga Datangi Mako Polres Tebo

Advertisement

Ratusan Warga Datangi Mako Polres Tebo

Jumat, 22 Maret 2019


PORTALTEBO.id - Sekitar 200 orang lebih warga yang bermukim di Km 24 dan Km 27 Desa Sungai Salak, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, Jambi mendatangi Mako Polres Tebo, Jumat sore (22/03).

Kedatangan massa yang dikoordinir oleh Olohan Nadabdab untuk mendampingi 3 orang rekan mereka yang memenuhi panggil Satreskrim Polres Tebo.

Tiga orang tersebut yakni Pardusi, Yuli dan Cukok Sayat. Ketiganya dipanggil terkait dugaan penyerobotan lahan di konsesi PT. Lestari Asri Jaya (LAJ).

Olohan Nadabdab dalam orasinya mengatakan, kedatangan masyarakat Sungai Salak dan sekitarnya ingin mengetahui masalah apa yang dihadapi oleh 3 orang rekannya tersebut sehingga dipanggil oleh Polres Tebo,” Karena kami semua telah bersepakat untuk satu perasaan dan satu perjuangan. Jadi kedatangan kami ke sini (Polres Tebo) untuk menanyakan soal 3 orang suadara kami tersebut,”kata dia.

Terkait penyerobotan lahan yang diduga dilakukan oleh 3 orang rekannya itu, Olohan Nadabdab meminta kepada Kapolres untuk tegas, jujur, adil dan transparan dan tidak hanya mendengarkan dari satu pihak yakni PT LAJ.

“Kami juga meminta perlindungan dan keadilan kepada Polres Tebo. Dimana lahan kami yang diserobot oleh PT LAJ, pada 5 Maret 2019 telah kami laporkan kepada Kapolsek VII Koto dan Kapolsek VII Koto Ilir, namun sampai sekarang tidak ditanggapi,” kata Olohan Nadabdab lagi.

Pernyataan Olohan Nadabdab ini langsung ditanggapi oleh Wakapolres Tebo, Kompol Yudha Pranata ,SIK.SH. Dia menjelaskan bahwa, ketiga orang warga Desa Sungai Salak yakni Pardusi, Yuli, dan Cukok Sayat bukan dipanggil, namu diundang oleh Polres Tebo untuk dilakukan dialog dan komunikasi.

Dikatakan Wakapolres, kepolisian akan menjalankan tugas perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat dengan tegas, jujur dan adil tanpa memihak.

Terkait permasalahan dan tuntutan masyarakat, Wakapolres berjanji akan dilakukan musyawarah bersama untuk mencari solusi dan penyeleksian. “Kami akan meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Tebo untuk memfasilitasi untuk  kita dapat duduk bersama menyelesaikan permasalahan ini,” kata Waka.

Pantaua PORTALTEBO.id, puas mendengar penjelasan dari Wakapolres, satu persatu massa membubarkan diri. “Kami harap apa yang disampaikan Wakapolres segera direalisasikan. Kami ingin masalah ini segera menemukan solusi,” kata Olohan Nadabdab. (red)