Warga Resa, Harimau Berkeliaran di Rimbo Bujang

Advertisement

Warga Resa, Harimau Berkeliaran di Rimbo Bujang

Sabtu, 02 Maret 2019

Ilustrasi/NET

PORTALTEBO.id – Warga Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi dalam sepekan ini diresahkan dengan kemunculan beberapa ekor Harimau di kebun karet milik warga RT.02 RW.11 Jalan Jenderal Sudirnan Kelurahan Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo – Jambi.

Saksi mata yang melihat munculnya hewan buas yang dilindungi ini yaitu Imam Nugroho (17), Darmo Suyanto (70) dan Eko Supono (35) masing – masing warga Jalan Sudirman, Kelurahan Wirotho Agung, Rimbo Bujang.

“Kami melihat langsung harimau itu melitas di kebun karet, ukuran besar. Kami ketakutan sekali,”ujar Eko Supono yang mengaku begitu melihat harimau itu, dia bersama rekannya langsung kabur.

Lurah Wirotho Agung Siti Patimah, membenarkan atas laporan warga ada yang melihat harimau berkeliaran. Bahkan pihaknya, sudah mengecek kelapangan atas dasar laporan warga terkait kemunculan si raja hutan di kebun warga tersebut. “Waktu kita cek, kita temukan bekas telapak kaki diduga jejak harimau. Ukuran jejaknya besar seklai,”kata Siti Patimah.

“Kita sudah membuat laporan melalui surat resmi ditujukan kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo untuk turun kelokasi menindak lanjuti munculnya harimau ini, agar keresahan warga dapat dinetralisir,” kata Lurah lagi.

Surat dari Lurah Wirotho Agung ini dibenarkan oleh Kabid Penanggulangan Becana pada BPBD Tebo, Antoni Faksi. Namun kata dia, untuk mengatasi persoalan binatang buas yang dilindungi bukanlah wewenang BPBD. “Itu wewenang BKSDA. Kita sudah melaporkan ini kepada pihak BKSDA via telepon. Nanti laporan resminya akan kita kirim juga,”kata Antoni Faksi dikonfirmasi Sabtu (02/03).

Untuk antispasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, Antoni menghimbau kepada warga agar mengurangi aktivitas diluar rumah. “Secepatnya kita surati BKSDA agar segera menurunkan tim untuk mengatasi persoalan harimau ini. Mudah-mudahan surat kita nanti segera dirnganggapi,”kata dia. (red)