CALEG: MENGHITUNG HARI, MERAIH SIMPATI

Advertisement

CALEG: MENGHITUNG HARI, MERAIH SIMPATI

Selasa, 02 April 2019


Oeh: Bahren Nurdin

Tidak lama lagi. Waktu tersisa hanya dalam hitungan belasan hari saja. Perjuangan yang selama ini sudah dilakukan akan segera menuju garis ‘finish’. Hasilnya cuma satu diantara dua; terpilih atau tidak terpilih. Terpilih, silahkan dengan senang hati duduk di kursi empuk Dewan Perwakilan Rakyat. Tidak terpilih, silahkan coba lain waktu. Walaupun, idealnya menjadi anggota dewan itu tidak boleh coba-coba, tapi harus ‘all out’. Hati rakyat bukan kelinci percobaan.

Sebuah perjuangan itu diperlukan tetesan keringat, air mata atau darah sekali pun. Harus memiliki mental juang yang tinggi dengan perhitungan dan strategi yang pasti. Saya melihat, secara garis besar para kontestan yang sekarang ‘memasarakan’ diri ke tengah masyarakat terbagi dua; serius dan coba-coba.

Ada para calon yang benar-benar ‘habis-habisan’ melakukan perjuangannya. Semua dihabisi untuk berjuang dari waktu, tenaga hingga harta. Semua sudah habis, tinggal menunggu keputusan pemilih di bilik suara. Ada juga yang ‘iseng-iseng’ berhadiah, siapa tahu dapat ‘doorprize’ dari balik TPS.

Apa pun motifnya, silahkan saja. Itulah dunia demokrasi. Semua orang memiliki kesempatan untuk mengekspresikan dirinya untuk bangsa dan negara ini. Berhak dipilih dan memilih. Hak yang dilindungi oleh undang-undang.

Di sisa waktu yang ada menuju 17 April 2019, apa sesungguhnya yang dapat dilakukan oleh para Caleg untuk merebut hati calon pemilihnya?

_*Pertama*_, kalkulasi. Dari awal masa kampanye seharusnya seorang Caleg sudah melakukan mapping (pemetaan) perolehan suara sesuai daerah pemilihan (dapil) yang ia pilih. Sepantasnya, seorang Caleg sudah mengetahui berapa suara yang harus dia miliki untuk terpilih menjadi seorang pejabat Anggota Dewan.

Hasil pemetaan inilah yang menjadi dasar untuk saat ini mulai menghitung-hitung. Dari jumlah suara yang ditargetkan, sudah berapakah kira-kira suara yang diperoleh. Tim yang selama ini diberdayakan seharusnya diminta untuk mengumpulkan data yang akurat terhadap perolehan suara yang ada. Jika selama ini memiliki tim yang handal, seharusnya gambaran perolehan suara sudah didapat dengan tepat.

_*Kedua*_, Evaluasi. Apa yang harus dievaluasi? Tim dan strategi. Tim ini  boleh yang terorganisir (terstruktur) atau bersifat ‘kekeluargaan’. Apa pun bentuknya, boleh dievaluasi. Jika perkiraan capaian perolehan suara masih jauh dari target yang diharuskan, maka tim ini harus kembali ‘pompa’ jika mulai kempes, dimotivasi jika mulai kehilangan energi, diberi ‘doping’ jika mulai ‘lemes’.

Artinya, ibarat sprinter, beberapa meter menjelang garis finish ini, tidak ada yang ‘kehabisan’ tenaga atau berleha-leha. Justru sebaliknya, makin dekat dengan garis finish makin habis-habisan. Disaat-saat seperti inilah sangat diperlukan tenaga tim yang tangguh. Tim yang ‘lembek’, tinggalkan saja.

Begitu juga strategi. Ada begitu banyak metode dan cara yang dapat dilakukan untuk berkampanye selama ini. Tapi yakinlah, tidak semua cara itu tepat pada sasaran. Saatnya, dievaluasi dan diubah sesuai kehendak ‘pasar’. Mungkin ada sebagian Caleg selama ini hanya menebar senyum di foto-foto baliho, saatnya melakukan _personal touch_. Terjun dan bertungkus lumuslah.

Akhirnya, dengan sisa waktu yang ada para Caleg tidak boleh berhenti meraih simpati. Makin di ujung, makin perbesar energi untuk meraih hati calon pemilih. Yakinkan mereka bahwa anda tidak sedang coba-coba tapi sekuat tenaga berjuang untuk rakyat dan bangsa. Silahkan dikalkulasi, dievaluasi, dan (jika perlu) diubah strategi. Yakinlah, rakyat sedang mencari dan menanti pera pengabdi yang tulus sepenuh hati. (*)

Akademisi UIN STS dan Sekjen KPPD-RI